Sekilas Kisah Penutup ODM Undip 2023

Pintu masuk kegiatan ODM Undip 2023 yang bertempat di Stadion Universitas Diponegoro. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jika direka ulang, tepat pada 15 Agustus 2022, Rektor Universitas Diponegoro periode 2019 – 2024 Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., M.Hum. memamerkan helatan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Diponegoro yang ramah matahari. “Sorry, bro. Ngga dijemur,” canda beliau. Meski hanya sekadar gurauan, nampaknya ucapan tersebut tidak berlaku satu tahun setelahnya, yaitu pada acara penutupan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro tahun 2023.

Peserta Kepanasan, Konsumsi Terlambat Datang

Potret panitia pelaksana ODM Undip 2023 saat sedang memantau kreasi mozaik. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan ODM tahun ini memang memukau. Dipecahkannya sebuah rekor dunia untuk kreasi mozaik formasi 2D dengan peserta terbanyak tidak bisa dihiraukan. Sayang, setelah rekor terpecahkan, peserta malah harus menanggung balasan yang kurang memuaskan. Banyak peserta tidak berkesempatan mendapat tempat duduk layak, sehingga harus panas-panasan. Selain itu, kurang tepatnya perkiraan peserta yang hadir juga berujung pada kekurangan konsumsi ketika hari pelaksanaan.

Peserta yang tidak kebagian tempat duduk memutuskan menempati tribun stadion meski terik-panas matahari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Terkait ketidakcukupan kursi dan konsumsi, Yos Johan Utama mengaku malu. Beliau menyatakan terdapat kurang-lebih 2.000 mahasiswa yang, pada saat beliau menyampaikan sambutan, belum menerima konsumsi. Beliau pun meminta maaf kepada para partisipan tersebut dan mempersilahkan mereka kembali ke kediaman masing-masing bila sudah tidak nyaman. “Mas, Mba, yang berada di atas sana dan merasa tidak nyaman, silahkan keluar. Tidak apa apa. … Di hati saya, hanya ada satu nama Undip yang saya jaga di setiap langkah saya. Saya tidak ridho dengan apa yang terjadi hari ini,” terang beliau.

Ketidakselarasan Sampah Konsumsi dan Semangat ODM

Tumpukan sampah konsumsi di salah satu tempat sampah sekitar area dalam Stadion Undip. Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

Persoalan yang dihadapi panitia pelaksana soal konsumsi bukan hanya masalah keterbatasan. Penumpukan sampah juga terjadi di sekitar tempat pelaksanaan. Kurangnya himbauan bagi peserta untuk merapikan sampah konsumsi mereka serta tidak banyaknya titik-titik pemasangan trash bag maupun tempat sampah menjadi salah satu faktor pemrakarsa. Atas hal tersebut, lingkungan sekitar area menjadi tidak sedap dipandang.

(Kanan atas) Terlihat usaha beberapa panitia dan peserta untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya dan melipat sampah agar memaksimalkan ruang pembuangan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penumpukan sampah cukup tidak selaras dengan semangat yang dibawa pada ODM tahun ini, yaitu “Bersinergi untuk Bumi Lestari”. Namun dibalik tumpukan sampah yang menggunung, tidak jarang ditemukan beberapa panitia dan peserta yang cukup peka terhadap masalah di depan mata mereka. Karenanya, terlihat beberapa panitia dan peserta bahu-membahu melipat bekas sampah konsumsi dan memisahkan antara sampah organik serta anorganik.

Antusiasme Kehadiran Bahlil-Najwa

Peserta berlarian mendekati panggung ketika Najwa Shihab akan menyampaikan pernyataan penutupnya. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Cuplikan viral di salah satu media sosial terkait bagi-bagi rezeki ala Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Indonesia 2021 – 2024, terjadi juga di helatan ODM Undip 2023. Meski terik matahari tak bisa dipungkiri, peserta kegiatan beramai-ramai mengerubungi Pak Menteri. Kecewa karena peserta yang tidak dapat dikondisikan dan kebenaran jawaban yang tidak dapat dipastikan, Bahlil kembali ke panggung serta meminta bantuan panitia dalam menyaring orang-orang terpilih. Hasilnya, dua mahasiswa baru di tingkat strata satu (S1) sukses dibiayai Bahlil, baik dari segi uang pendidikan maupun modal usaha.

Selain Bahlil, kehadiran Najwa Shihab juga menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu para peserta. Tidak tanggung, ketika Najwa berorasi dengan gaya bicaranya yang eksentrik, peserta ikut bersorak. Sama seperti Bahlil, Najwa mencoba blusukan ke tenda-tenda peserta, mengingat jauhnya jarak antara panggung utama dengan tenda. Sayang, antusiasme peserta terlalu besar. Karenanya, belum juga Najwa selesai mengelilingi ketiga sudut tenda peserta, panitia acara sudah meminta dirinya naik kembali ke panggung.

Kerubungan peserta kegiatan saat Najwa Shihab blusukan ke tenda-tenda peserta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai penutup materi, yang juga mendapat sorakan dari peserta kegiatan, Najwa menyampaikan, “Jika idealisme ialah kemewahan yang hanya dimiliki pemuda, akan diisi dengan apa periode kalian sebagai mahasiswa? Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan. Namun, merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan. Nikmati kehidupan kampus dengan terus mengasah. Jangan habiskan waktu dengan terus berkeluh-kesah,” seru Najwa di awal pernyataan penutupnya.

Bazar Sama Ramainya Dengan yang di Dalam

Terakhir, dari ODM tahun ini, hal menarik bukan hanya acara di dalam Stadion Undip tapi juga di luar stadion, tepatnya area food court. Para peserta yang jenuh menyebar ke berbagai stand. Sebagian besar stand yang hadir menjajakan makanan dan minuman. Meski demikian, tak jarang terdapat beberapa stand kecantikan, perawatan tubuh, dan promosi aplikasi. Stand-stand tersebut menambah kemeriahan food court karena membawa berbagai permainan untuk menghabisi kebosanan para peserta. (LD/TG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *