FEB (29/5) – Melalui kerja sama dengan Universitas Diponegoro, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia menggelar helatan BPK Goes to Campus pada Senin, 29 Mei 2023. Acara yang digelar di Hall Lantai 4 Gedung Kewirausahaan FEB Undip ini mengusung tema “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Pemberantasan Korupsi”.

Agus Joko Pramono, Wakil Ketua BPK RI 2019 – sekarang, hadir mengisi acara. Dengan membawa materi berjudul “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Pemberantasan Tipikor: Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud dan Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Negara”, Agus menegaskan bahwa ada perbedaan antara kerugian negara dan kerugian keuangan negara. Perihal tugas BPK, organisasi ini lah yang nantinya mengaudit kedua kerugian itu.

BPK memiliki 3 strategi pemberantasan korupsi, yaitu preventif, detektif, dan represif. Ketiga strategi ini nantinya diturunkan ke dalam 4 peranan BPK, yaitu pencegahan, pendeteksian, investigasi, dan dukungan litigasi.

Untuk memperkuat teori yang disampaikan, Agus juga membahas soal kasus Asabri. Ia mengomentari bahwa masalah pencatatan keuangan di Indonesia sering berkutat pada, “Kapan kerugian negara itu diukur?”. Ia berpendapat bahwa kesalahan pencatatan tersebut dapat merugikan banyak pihak. “Seolah-olah punya aset besar tapi apel busuk,” ungkap Agus.
Selain Agus, hadir pula Dekan Pascasarjana Undip, R.B. Sularto, sebagai pembicara kedua. Sularto membawakan materi berjudul “Pemberantasan Korupsi di Indonesia”. Ia menegaskan bahwa penyebab kejahatan didasarkan pada routine activities theory yang mencakup faktor motivated offender, suitable target, dan the absence of capable guardian. (LD)

