Reporter: Luvita dan Shela

(Semarang, 27/11) – Satu setengah bulan lamanya kelompok non-governmental organization (NGO) Gombal Project mengabdikan diri pada negeri melalui Proyek Sosial Pendekar Klambi. Selama pelaksanaan, proyek yang didanai oleh Pertamina Foundation ini bekerja sama dengan Panti Sosial Mardi Utomo di Kota Semarang, Jawa Tengah. Proyek Sosial Pendekar Klambi menitikberatkan pada pengelolaan pakaian bekas dengan cara menjahit pakaian-pakaian tersebut menjadi sebuah totebag.
Project Leader Proyek Sosial Pendekar Klambi sekaligus Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Diponegoro (HI Fisip Undip) Anjani Tri Fatharini, disapa Anjani, mengatakan bahwa Pendekar Klambi telah dilaksanakan sejak bulan Oktober hingga 26 November 2022. Dalam kurun waktu tersebut, warga binaan di Panti Mardi Utomo telah mendapat berbagai pelatihan. Pelatihan-pelatihan itu mencakup cara memilah pakaian bekas yang dapat di-recycle, pengadaan mesin jahit baru dan perbaikan mesin jahit lama oleh tim Gombal Project, hingga pelaksanaan kelas menjahit. Kegiatan puncak proyek ini dinamakan Klambi Fest. Klambi Fest bertujuan sebagai wadah presentasi produk hasil belajar warga binaan selama keberjalanan Pendekar Klambi.
Anjani menyatakan bahwa setelah Klambi Fest, Pendekar Klambi akan sampai pada titik akhirnya. Karena itu, ia berharap adanya Pendekar Klambi dapat membantu pembangunan warga binaan Panti Mardi Utomo, khususnya dari aspek organisasi. “Jadi, mereka kan sudah dikasih cara menjahit. Sudah tahu kalau pakaian bisa dijadiin tas, gitu. Selanjutnya, perlu untuk membangun siapa kemudian yang akan melanjutkan kegiatan ini. Bagaimana kemudian kita mencarikan atau menjadi fasilitator terkait dengan membuat produk apa, dijual ke mana. Kemudian bicara juga pemasarannya seperti apa,” ungkap Anjani.
Selain berfokus pada pemberdayaan masyarakat, Pendekar Klambi juga telah melakukan pemberdayaan dalam hal mahasiswa, khususnya mahasiswa HI. Anjani mengacungkan jempol pada para mahasiswa yang terlibat sebagai fasilitator warga binaan dalam kegiatan ini. Walaupun durasi proyek tidak sebentar, mereka tetap memiliki rasa kontribusi tinggi untuk mengabdi dan menyelesaikan Pendekar Klambi.
Bagi para mahasiswa, Anjani mengatakan, “Saya berharap ini (Pendekar Kelambi) menjadi starting point yang bagus terutama untuk anak-anak muda di Semarang bahwa we can do something for the society through small actions kayak gini (Pendekar Klambi).” (SF/LD)

