Pemulihan Ekonomi Menjadi Sorotan Utama Orasi Ilmiah Wakil Gubernur Jawa Tengah

Reporter: Michelle dan Tsania

pemulihan-ekonomi-menjadi-sorotan-utama-orasi-ilmiah-wakil-gubernur-jawa-tengah

(Undip, 14/3) Dalam memperingati Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang ke-69, Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyelenggarakan kegiatan Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah yang diselenggarakan secara luring pada (14/3) di Hall Gedung Kewirausahaan FEB kampus Undip Tembalang dan secara daring melalui platform Zoom Meetings. Kegiatan ini mengambil tema Strategi Penguatan UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah, dengan pembicara Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Akademik Anis Chariri. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan oleh Yos Johan Utama selaku Rektor Undip.

Solusi pemulihan ekonomi pasca Covid-19 menjadi intisari gagasan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Bermula dengan adanya Covid-19 yang memporak-porandakan perekonomian, yang mana ekonomi ini merupakan salah satu sektor yang paling terdampak ketika kita mengalami pandemi. Ini juga perlu diketahui bahwa ternyata UMKM menjadi salah satu
penopang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Siapa sangka, fenomena ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang saat itu melakukan pembelajaran secara daring, yang banyak tinggal di daerah-daerah, kota-kota, dan pelosok-pelosok itulah yang akhiranya dapat mendorong daya bangkit ekonomi di daerah pedesaan. Pada mahasiswa yang khususnya memiliki kejuruan di bidang ekonomi, tentu akan memiliki pandangan yang berbeda sehingga muncul pelatihan-pelatihan yang diinisiasi oleh mahasiswa. “Saya yakin di situ juga banyak mahasiswa Undip jurusan ekonomi melatih masyarakat bagaimana mengelola usaha itu dan nantinya akan memiliki pangsa pasar sendiri,” ucap Taj Yasin. Ketika hanya masyarakat saja yang memasarkan dan memproduksi, tidak ada value atau imbas yang besar kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal itu karena terkait ekonomi UMKM, masyarakat rata-rata produksinya masih sama.

Dengan adanya sentuhan dari para pelaku ekonomi muda yang dari universitas khususnya Undip di Fakultas Ekonomi akan dicantumkan adanya cerita yang membuat khas sendiri pada masing-masing produk. Atas dasar itulah, pemerintah mengeluarkan berbagai program supaya UMKM ini tetap bertahan dan maju untuk lebih berkembang melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah dan juga civitas, khususnya Undip, turut membantu untuk memberikan hibah bagi usaha pemula demi pengembangan pertumbuhan produk-produk yang ada di masyarakat.

Tidak hanya itu, adanya tambahan dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. Pemerintah juga menyiapkan untuk UMKM dapat bersaing di pasar domestik sampai internasional. Kalau sudah naik ke tingkat internasional, sumber daya manusia ini lah yang sangat penting, salah satunya terkait komunikasi. Sehingga apabila adanya pesanan yang berasal dari luar negeri, masyarakat tidak kebingungan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Hal itulah yang seharusnya kita tingkatkan bahwa pembekalan bahasa pada mahasiswa itu penting untuk pemasaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk memandang COVID-19 ini bukan hanya menjadi musibah, tapi juga menjadi hikmah bagi kita semua untuk mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih maju dan berkembang. Pemerintah merangkul dengan menciptakan kebijakan pelatihan-pelatihan secara daring untuk masyarakat. Pak Yasin juga mengharapkan mahasiswa ekonomi jangan dibiasakan menjadi pegawai saja, tapi juga bagaimana membuka peluang usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *