Reporter: Nindhita Safira
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
“Awalnya saya tidak ada kepikiran sama sekali untuk mencalonkan diri. Awalnya, saya disarankan oleh Chairman MSA, Kak Najmi untuk mengikuti dasar dan sebenernya dari situ aya mulai bertemu dengan beberapa orang yang notabenenya ada di FEB dan juga di luar FEB dan aku mengikuti LKMM-D di FEB. Saya bertemu orang-orang hebat yang memberikan pandangan baru tentang sebenarnya kondisi di luar kampus, Manajemen, serta FEB seperti apa dari situ sebenernya saya mulai terpantik bahwa kalau sebenarnya banyak keresahan dan permasalahan yang belum terselesaikan khususnya di Manajemen sendiri. Dan saya mulai memunculkan mindset kalau bukan saya, siapa lagi yang mencalonkan diri untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu. Beberapa permasalahannya itu seperti Masalah IUP Info. Di mana dari mahasiswa manajemen IUP sendiri mereka tidak dapat fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan. Salah satu contohnya dari kinerja International Office itu pun masih banyak yang dapat dikembangkan dari segi informasi yang didapat agar bisa lebih cepat dan berkualitas. Dari saya pribadi ingin mengembangkan tempat belajar serta tempat pengembangan diri bagi Manajemen yang lebih baik lagi. Apabila kita liat sekarang program kerja dari MSA itu sudah sangat baik. Namun, tetap bisa kita kembangkan. Di mana kita bisa membuat suatu community di antara manajemen dan masing-masing angkatan.”
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
“Visi yang diusung ialah membuat Himpunan Mahasiswa yang berkontribusi positif yang melayani dan menghimpun mahasiswa Manajemen FEB Undip di dalam komunitas yang kolaboratif. Sebenarnya aku mau himpunan mahasiswa sesuai dengan tujuannya yaitu melayani dan menghimpun. Itu merupakan salah dua dari lima tujuan dari himpunan mahasiswa di FEB Undip terutama Manajemen dan juga saya mau, bahwa MSA sendiri bisa berkontribusi positif bagi mahasiswa Manajemen itu sendiri. Dan untuk di sisi komunitas kolaboratifnya saya menginginkan di mana kita semua bisa saling bekerja sama dalam program kerja, ide, konsep. Menurut saya mengapa MSA mengedepankan hal tersebut karena, kolaboratif dari sisi ini bisa mengoptimalkan dari segi output-nya. Jadi misalkan dengan kita bekerja sama dengan orang lain, kita melakukan pengembangan ke arah yang positif dan berkontribusi ditambah dengan kerja sama. Maka dari segi output dan dampaknya maka akan semakin massive dan besar dan kita bisa membawa dampak yang bermakna.
Untuk mencapai visi tersebut, saya ada 6 misi:
- Membangun lingkungan kerja yang mendukung demi tercapainya rasa memiliki.
- Memfasilitasi pengembangan diri fungsionaris MSA dan mahasiswa Manajemen secara inspiratif.
Dari pengembangan diri sudah sesuai dengan rencana strategi Undip selama 5 tahun ke depan dan juga bagaimana kita meningkatkan sarana pengembangan diri terutama di MSA dan juga di manajemen itu sendiri. Ada beberapa cara yaitu dengan kaderisasi atau LKMM-PD dan tentunya di FEB terbebas dari senioritas.
- Memberikan dampak positif terhadap pengembangan akademik dan keilmuan, minat dan bakat, serta kesejahteraan mahasiswa manajemen dengan program kerja yang inovatif dalam pelayanan.
Contohnya dengan PKM, pelatihan karya tulis ilmiah, dan juga lomba debat. Bagaimana kita bisa memfasilitasi dan memberikan pelayanan serta bisa meningkatkan kesejahteraan mahasiswa itu sendiri.
- Memperkuat hubungan kerjasama dengan seluruh stake–holder MSA.
Untuk stake-holder dari MSA itu cukup banyak ada dari alumni, civitas akademika, antar ormawa dan UKM, dan pihak lainnya yang berkaitan. Bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama dengan mereka. Sebenernya tujuan akhirnya yaitu bisa saling menguntungkan dan berkelanjutan.
- Mempererat hubungan dengan alumni MSA dan alumni prodi manajemen FEB Universitas Diponegoro secara berkelanjutan.
Merupakan sesuatu hal yang penting bila kita lihat sekarang alumni Manajemen banyak banget yang berkualitas dan hebat. Mengapa kita tidak melakukan kerja sama dengan mereka melalui suatu event atau program kerja dimana kita bisa membuat hubungan yang baik dan tentunya menguntungkan kedua belah pihak.
- Mengoptimalkan peran media sosial sebagai saran publikasi informasi yang edukatif.”
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
“Yang pertama saya menyusun timses terlebih dahulu. Setelah itu, manajemen ini kan fokus pada 4 angkatan yaitu angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021. Apabila kita analisa, sebenarnya dari satu tahun terakhir atau pengalaman tahun lalu beberapa mahasiswa yang paling aktif dalam memilih itu mahasiswa angkatan pertama dan angkatan kedua. Jadi untuk taun ini, mayoritas fokus saya di kedua angkatan tersebut. Bagaimana bisa menggaet massa dari mereka. Salah satu cara saya melalui peer to peer, personal dan juga kampanye online. Untuk peer to peer jadi saya mengonsepkan PIC untuk perangkatannya 2-3 orang untuk menggaet orang-orang dan persuasi di mana mereka dapat memilih dan masuk ke dalam timses. Cara kedua, melalu kampanye online ada beberapa sarana yang sudah saya gunakan mostly Instagram. Melalui Instagram story, poster-poster ajakan, selain itu juga dapat melalui feeds dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa hal yang tidak ada dalam Grand Design.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
“Mungkin dari program kerja, ada beberapa program kerja yang saya unggulkan. Satu dari segi perubahan ada MSA career day. Jadi, untuk MSA career day suatu event program kerja rangkaian acara di mana nanti isinya merupakan acara-acara yang nanti akan berguna bagi setiap angkatan Manajemen untuk berbagi informasi kesempatan buat lanjut ke jenjang berikutnya. Nanti acara tersebut akan diisi pula dengan workshop yang akan menyediakan sarana pelatihan bagi mahasiswa Manajemen agar melatih persiapan mereka pada saat melakukan rangkaian acara dalam penerimaan suatu perusahaan melalui persiapan wawancara, CV, FGD, lalu bagaimana mereka dapat make the most are of experience yang nantinya bakal bisa digunakan untuk wawancara nanti.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Kalau boleh jujur, sebenernya tidak ada. Saya dan Prasta cukup setara. Sebenarnya, saya dan Prasta sama- sama berjuang dari awal. Kita sama-sama menjadi staf MSA di tahun kita pertama masuk dan di tahun kedua. Kita juga sudah dua tahun sama-sama di MSA. Sebenarnya kita sama- sama memiliki keresahan yang sama. Dan dari segi visi dan misi kita ada yang berbeda tapi menurutku overall dari segi keresahan, apa yang ingin kita ubah, serta inovasi itu cukup sama. Saya juga nggak bisa bilang memiliki kelebihan yang lebih dari dia. Karna, dia juga merupakan orang yang sangat kompeten dalam bidangnya dan Prasta sangat insightfull,dia punya keresahan dan isu yang dia tau dan dia pengen ubah. Dan jujur saya sangat respect dengan dia.”
Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?
“Dari saya pribadi, sebenarnya pasti orang-orang punya banyak alasan dalam memilih. Mereka pasti ingin memilih yang terbaik bagi Manajemen dan dari apa yang ingin saya bawa, dari apa yang sudah saya desainkan terutama di grand design. Saya sudah menunjukkan inovasi dan pembawaan dampak yang efektif dari perencanaan yang sudah saya buat dan saya pun mempunyai keresahan yang sama seperti anak-anak Manajemen lainnya, bagaimana kita bisa membuat wadah pengembangan diri yang semakin maksimal untuk anak-anak Manajemen. Di mana kita bisa meningkatkan kualitas SDM buat mereka. Saya ingin Manajemen semakin baik lagi menjadi salah satu jurusan terbaik nantinya terutama di Indonesia dan juga bagaimana kita bisa bekerja sama balik lagi, saya juga ingin mengedepankan kolaborasi di mana nantinya aya dan mahasiswa Manajemen lainnya bekerja sama menuju sinergitas dan bagaimana kita bisa sama-sama membentuk komunitas yang baik untuk seluruh warga Manajemen yang mana nantinya menjadi wadah pengembangan yang efektif bagi pengembangan kualitas.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
“Semoga nantinya untuk suksesi tersendiri bisa berjalan dengan baik, tidak ada masalah dan bisa terus menciptakan acara-acara yang semakin baik ke depannya. Untuk panitia, semangat terus teman-teman nanti tanggal 4 Desember bakal ada pemilihan semoga mereka bisa menjaga fokus dan kerja samanya. Dan juga untuk saudara Mas Prasta harapan yang terbaik tentunya, kita menang atau kalah urusan belakang. Yang penting kita ke depannya sama-sama bersinergi dan bekerja sama untuk MSA dan Manajemen yang lebih baik.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan ini?
“Untuk para warga Manajemen yang nantinya akan memilih, pesan dari saya gunakan hak suara kalian. Kalian semua itu mempunyai hak untuk memilih, jadi jangan sampai kalian tidak memilih. Karena nantinya akan menentukan bagaimana MSA dan Manajemen ke depannya jadi pastikan kalian memilih dengan baik dan bijak. Jangan sampai tidak memilih dan juga bagi para warga Manajemen jangan lupa nanti tanggal 4 Desember ada pemilihan yang tentunya akan dilaksanakan secara online.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan secara online yang ingin Anda perbaiki?
“Kalau boleh aku bilang cukup banyak. Cuma untuk tahun ini aku ingin berfokus pada pengembangan diri terutama pengembangan kualitas dari fungsionaris. Dari saya pribadi, sebenarnya fungsionaris MSA itu dari segi kualitas sudah cukup baik. Namun, banyak sekali yang masih bisa mereka dapatkan dan kembangkan. Bagaimana caranya nanti, dari himpunan sendiri bisa memberikan semacam benefit bagi mereka. Contohnya dengan misi saya yaitu untuk meningkatkan kembali rasa memiliki fungsionaris MSA dan itu sangat amat penting. Karena, nantinya internal divisi yang akan bergerak dan mereka akan bergerak memunculkan program kerja yang inovatif gimana kita bisa membangun semangat mereka, rasa bertanggung jawab mereka dari softskill dan hardskill, gimana kita bisa memberikan fasilitas, mewadahi kebutuhan mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan, itu juga berhubungan dengan kepuasan mereka dalam bekerja. Gimana kita bisa membuat lingkungan kerja yang baik untuk mereka berkembang. Jika kita sudah membuat lingkungan internal yang baik maka secara eksternal juga bisa berdampak. Contohnya dengan ruang diskusi yang terbuka. Misal, mereka mengalami suatu masalah atau kersahan kita sebagai fungsionaris MSA yang lebih senior bisa memberikan saran dan wejangan kepada mereka. Di mana kita juga bisa memberikan benefit misalkan pelatihan-pelatihan internal diri itu juga masuknya pengembangan diri. Dari pelatihan diri tersebut, melalui sertifikasi atau workshop atau training.”

