Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ilmu Ekonomi Nomor Urut Satu, Annisa Mutiara Jakti

Reporter: Danny Farhan

Annisa Mutiara, Calon Ketua Himpunan Ilmu Ekonomi

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

“Hal yang melatarbalakangi saya mencalonkan diri ada dua, yaitu keresahan dan kepedulian. Keresahan di sini ialah banyak hal di dalam himpunan yang membuat saya resah, baik dari sudut pandang staf himpunan maupun mahasiswa Ilmu Ekonomi itu sendiri. Sebagai staf, saya rasa peran dan fungsi himpunan harusnya dapat lebih ditingkatkan maupun dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Kedua, sebagai mahasiswa Ilmu Ekonomi, saya rasa himpunan belum sepenuhnya maksimal dalam mengayomi, menghimpun, ataupun memfasilitasi mahasiswa Ilmu Ekonomi itu sendiri. Saya melihat masih ada kekurangan di dalam himpunan dalam menjembatani antara hal yang dibutuhkan mahasiswa dengan birokrasi yang lebih tinggi.”

“Dari berbagai keresahan saya tersebut, saya ingin adanya perubahan maupun pergerakan. Ini ada kaitannya dengan alasan kedua saya, yaitu kepedulian. Karena di sini saya merasa sebagai bagian dari himpunan maupun mahasiswa Ilmu Ekonomi, tidak ada keberlanjutan (kepemimpinan) jika tidak ada yang nyalon. Rasa kepedulian dan orientasi saya terhadap himpunan membuat saya tergerak untuk menyalonkan diri. Hal ini juga menjadikan saya lebih termotivasi untuk bergerak bersama kawan-kawan membuat himpunan lebih baik.”

“Satu hal yang membuat saya lebih bersemangat adalah antusiasme adik tingkat (angkatan 2021) terhadap himpunan yang tinggi. Hal ini membuat saya berpikir, saya harus menjaga rasa kepedulian dan semangat anak 21 agar tidak terjadi kekosongan keberlanjutan (kepemimpinan). Hal ini tentu membuat kesempatan regenerasi (himpunan) menjadi lebih baik.”

Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

“Saya memiliki visi untuk menjadikan HMPS IE sebagai organisasi kemahasiswaan yang lebih responsif, progresif, dan kontributif berdasarkan pada kerja sama dan solidaritas yang tinggi. Selain itu, saya memiliki berbagai misi untuk himpunan selama satu periode ke depan. Pertama, membangun internal HMPS IE yang solid dan aktif. Kedua, mewadahi aspirasi mahasiswa Ilmu Ekonomi dengan tanggap dan responsif. Ketiga, mendukung dan menjembatani pengembangan potensi Mahasiswa Ilmu Ekonomi dalam bidang akademik maupun non-akademik. Keempat, menjalin hubungan dan kerjasama dinamis dengan pihak internal maupun eksternal HMPS IE. Terakhir adalah menciptakan pengelolaan program kerja yang optimal dan terorganisir. “

“Jika ditanya bagaimana cara menggaet suara dari pemilih, saya memiliki dua cara. Pertama, memperkenalkan diri siapa diri saya ke hadapan mahasiswa Ilmu Ekonomi. Di kesempatan tersebut, kita memberikan value dan menjual semangat dan optimisme saya kalua saya benar-benar ingin maksimal di himpunan. Nah, caranya bagaimana untuk dapat mencapai tujuan tersebut? Saya melakukan sowan baik ke angkatan atas maupun bawah, memperkenalkan diri kepada mereka selama beberapa kali. Hal ini sangat penting dilakukan agar memperluas basis masa dari berbagai angkatan. Selain itu, kita perlu melakukan pendekatan secara personal kepada pemilih. Semua hal tersebut saya yakinkan kembali melalui orasi yang diselenggaran oleh panitia.”

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

“Pembaharuan yang saya tawarkan ada beberapa hal. Pertama, saya melakukan pembaharuan pada struktur organisasi Himpunan Ilmu Ekonomi itu sendiri, yaitu dengan adanya pengendali internal guna adanya fokus pengawasan, penjamin mutu organisasi, dan sebagai pengendali komitmen anggota himpunan. Pembaharuan lainnya adalah saya hendak mengefektifkan berbagai program kerja yang ada. Terdapat kegiatan bersama seluruh mahasiswa IE (Ilmu Ekonomi) dan lebih melibatkan mahasiswa IE dalam forum internal. Harapannya agar terdapat koordinasi dan silaturahmi yang kental antar mahasiswa IE dengan himpunannya sendiri.”

Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?

“Keunggulan saya adalah lebih memperlihatkan bahwa himpunan ini adalah himpunan akademik di mana jati diri kita adalah mengenai permasalahan ekonomi. Peran himpunan mengenai keakademikan akan lebih ditingkatkan dengan menghimpun teman-teman mahasiswa IE mengenai kajian, diskusi, dan penelitian. Menjadikan ekonomi sebagai branding dari himpunan. Bahwa kita mampu menjadi mahasiswa IE yang kritis, aware, dan dapat berkontribusi melalui kajian dan penelitian. “

“Selain itu, keunggulan dari diri pribadi saya adalah ingin menjadi role model dan rekan dari setiap mahasiswa ilmu ekonomi yang dapat membuat orang lain nyaman dan terbantu. Optimisme dan juga rasa pedulian saya terhadap ilmu ekonomi semoga dapat semakin menyebar ke seluruh mahasiswa ilmu ekonomi. Harapannya, kita dapat saling berkerja sama untuk memajukan (himpunan) Ilmu Ekonomi.”

Kenapa mahasiswa Ilmu Ekonomi harus memilih anda?

“Dengan memilih saya, mahasiswa Ilmu Ekonomi telah menunjukkan kepedulian dan juga support­-nya akan keberlanjutan jurusan. Memilih kotak kosong bukanlah pilihan. Dengan memilih saya, kita, Ilmu Ekonomi, bisa memulai apa yang sekarang belum tercapai.”

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

“Harapan saya untuk suksesi ke depannya, semoga dapat lebih siap. Koordinasi dengan cakahim dan panlih pemira bisa lebih komunikatif. Suksesi tahun ini sudah jauh lebih baik dibanding tahun kemarin. Semoga bisa ditingkatkan lagi ke depannya.”

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ilmu Ekonomi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?

Untuk seluruh mahasiswa IE, kita adalah keluarga. Oleh sebab itu, kita sudah seharusnya saling support dan menguatkan. Semoga seluruh mahasiswa IE dapat menjadi satu keluarga yang saling ada dan harmonis. Mari tunjukkan rasa demokratis kita dengan berpartisipasi dalam menggunakan hak pilih kita. Berpartisipasi dalam pemira merupakan pilihan baik karena golput bukanlah pilihan.

Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan online yang ingin Anda perbaiki?

“Pastinya ada, keresahan yang paling kerasa di masa (kuliah) online ini adalah interaksi, komunikasi, dan koordinasinya terbatas. Output yang diinginkan juga belum maksimal. Pondasi rasa nyaman satu sama lain masih ada sekat. Itu sebabnya, komitmen dan tanggung jawab tiap individu semakin rendah sebagai konsekuensi dari kondisi online ini tidak berat sehingga mudah disepelekan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *