Oleh : Muhammad Arif Pratama
Tembalang (19/06) – Seperti kita ketahui akhir-akhir ini banyak pemberitaan tentang isu-isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Aliansi Undip Peduli KPK menginisiasi kegiatan nonton bareng film “KPK The EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi” disertai diskusi publik dan panggung bebas, yang bertempat di Burjo Vokasi Juara (VJ) dan berlangsung pada hari Sabtu, 19 Juni 2021 dari pukul 18.30 WIB – selesai. Film “KPK The EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi” merupakan sebuah film karya Watchdog Documentary dan disutradarai oleh Dandy Laksono. Film ini pada intinya menceritakan tentang berbagai upaya pelemahan KPK. Pada film tersebut diperlihatkan berbagai kesaksian dari sebagian pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), bahwa banyak soal TWK yang substansinya tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan tidak rasional.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, yaitu Romario dan Anggie. Kemudian dilanjutkan panggung bebas berupa penampilan live music oleh Raja Syafadan pembacaan puisi oleh Salama dan Tatiya. Setelah selesai, kemudian dilanjut pembacaan puisi kedua oleh Raja Syafa sebelum memasuki acara inti, yaitu nobar. Memasuki acara inti, para peserta nobar sangat antusias menyimak isi film dengan serius. Setelah film selesai, dilanjutkan dengan diskusi publik tentang film tersebut dan membahas berbagai upaya pelemahan KPK yang sedang terjadi. Diskusi publik tersebut dipandu oleh dua orang pemantik dari Aliansi Undip Peduli KPK, yaitu Angela Agusta Laksana dan Muhammad Fajar Sodik.
Pantikan diskusi publik pertama yaitu menjelaskan beberapa kontroversi yang dilakukan oleh ketua KPK, Firli Bahuri, saat sebelum menjabat menjadi ketua KPK hingga saat menjabat menjadi ketua KPK. Pantikan selanjutnya terkait akar permasalahan KPK ditandai dengan pengesahan UU 19/2019 yang dianggap cacat formil. Juga membahas tentang polemik peralihan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Diskusi berlangsung dengan adanya berbagai pendapat dari peserta acara. Pendapat tentang permasalahan KPK dari aspek yuridis hingga aspek politik.
Pada akhir acara, ditutup dengan penampilan Raja Syafa yang membawakan dua buah lagu karya Fajar Merah yang berjudul “Bunga dan Tembok” dan “Kebenaran akan Terus Hidup”. Kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu berjudul “Totalitas Perjuangan” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta acara dengan semangat. Dengan dinyanyikannya lagu-lagu tersebut, menandai berakhirnya rangkaian acara nobar film “KPK The EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi” disertai diskusi publik dan panggung bebas.
Diadakan Sebagai Wadah Pengawalan Isu-Isu Pelemahan KPK
Acara yang diinisiasi oleh Aliansi Undip Peduli KPK ini sukses digelar dengan lancar. Acara ini bertujuan untuk membumikan isu-isu pelemahan KPK ke teman-teman Undip agar kita semua dapat mengawal isu-isu tersebut dengan baik. “Tau kan ada isu-isu pelemahan KPK, apalagi TWK. Nah kita (Aliansi Undip Peduli KPK) berupaya membumikan isu KPK ini ke temen-temen Undip dengan cara bikin diskusi sama nobar,” papar Gusti selaku ketua pelaksana acara nobar.
Acara ini pun juga bertujuan untuk membuka mata masyarakat pada umumnya, dan mahasiswa Undip pada khususnya, bahwa KPK saat ini sedang tidak baik-baik saja. Diharapkan setelah adanya acara ini, masyarakat dan mahasiswa Undip bisa lebih mengerti tentang isu-isu KPK yang sedang terjadi saat ini. Andika, Ketua bidang Sosial dan Politik BEM SV Undip sempat menjelaskan, “Output yang saya harapkan satu sih menurut aku, yaitu banyak orang yang resah terhadap isu KPK ini, ya. Karena seperti kita tau KPK sudah dikeropsi oleh banyak pihak. Jadi, menurut aku ini merupakan satu hal yang perlu kita tanggapi bersama.”

