Mahakarya ODM Undip 2020: Semesta Lingkungan

Oleh : Sulis dan Gusti

Undip (23/01) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2020 sebagai acara tahunan untuk penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) telah terselenggara. Pembukaan ODM telah dilaksanakan Senin (14/09) yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas masing-masing dan diakhiri dengan penutupan ODM pada Minggu (23/01). Penutupan ODM Undip dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan Youtube Live karena situasi pandemi saat ini mengakibatkan ODM Undip kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tema yang dipilih yakni “Semesta Lingkungan” dengan harapan para mahasiswa baru itu aware terkait masalah lingkungan dan isu-isu lingkungan.

Sejak pukul 08.30 WIB, para Diponegoro Muda 2020 sudah memadati ruang Zoom meeting dan Youtube live dengan bantuan dari panitia. Penutupan ODM tahun ini dibuka dengan pembacaan tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Universitas Diponegoro diikuti peserta yang hadir. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua dan wakil ketua pelaksana ODM Undip yaitu Safriko Desna Putra dan Syafira Ramata. Dalam rangkaian acara penutupan ODM Undip 2020, Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Undip, Razin Hilmy Baihaqi diberikan kesempatan untuk sambutan orasi dalam bentuk video di depan Diponegoro Muda 2020. Razin mengajak mahasiwa baru untuk bersama-sama mengukir mahakarya yang mendorong Indonesia ke arah pembangunan yang berkelanjutan. “Mahakarya yang sarat makna untuk kejayaan Undip dan Indonesia. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan Indonesia, hidup buruh Indonesia,” seru Razin dalam orasinya.

Penutupan ODM kali ini diisi dengan Talkshow mengenai Sustainable Development Goals (SDGs)  dan Era Digital. Terdapat dua sesi yang mana sesi pertama berbicara tentang SDGs dengan pembicara Kevin Handojo yang merupakan pemimpin Bye Bye Plastic Bags Surabaya. Kevin mengajak kita untuk berpartisipasi dalam program membersihkan satu meter di sekitar kita dengan mengumpulkan dan membuang sampah ke tempat-tempat yang benar, sehingga sampah tersebut dapat didaur ulang kembali. Selanjutnya pembicara kedua adalah Fathia Izzati yang merupakan seorang Youtube Content Creator sekaligus vokalis dari grup musik Reality Club. Fathia menyampaikan bahwa dipo muda masih mempunyai banyak waktu untuk belajar dan mempengaruhi orang sekitar untuk turut serta dalam gerakan yang sama. “Kita bisa cari cara kita sendiri untuk lebih ecofriendly dan mengurangi jejak karbon kita and I belive in you guys you can do it,” ucap Fathia. Selain talkshow, Mahakarya ODM Undip 2020 juga menampilkan sebuah short movie yang berjudul Asmaraloka Bestari yang berisi drama, puisi, dan tarian bertemakan semesta lingkungan yang berjiwa kediponegoroan.

Talkshow sesi kedua membahas mengenai Era Digital dengan pembicara Wishnutama Kusubandio yang merupakan Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Maju. Wishnu mengatakan ”Carilah problem di sekitar kita, beri solusi daripada problem itu  menggunakan berbagai kecanggihan atau kemampuan platform-platform dan kecanggihan digital”. Kemudian dilanjut dengan Silvo Adriano Shiddiq Suparyaman. Silvo merupakan Strategy and Planning Manager di Go-jek. Silvo mengatakan, ODM ini adalah titik awal dan momentum bagi para mahasiswa baru (maba) memasuki dunia yang baru. Para maba harus bisa memulainya dengan baik sehingga momentum dan mood ke depannya akan terus baik. Kegiatan selanjutnya adalah penyerahan donasi Diponegoro Earth Warrior secara simbolis dan pemberian hadiah pemenang Green Action, lalu dilanjutkan orasi dari para Ketua BEM Se-Undip sekaligus pembuatan mozaik Action Project oleh seluruh dipo muda. Acara ODM Undip 2020 ditutup dengan penampilan dari penyanyi Elmantu dan Figura Renata, Duo folk-pop asal Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *