Reporter: Indah dan Putri

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Latar belakangnya bisa aku ambil dari dua sisi. Yang pertama, bergerak dari apa yang aku alami selama menjadi mahasiswa IESP. Yang aku rasakan, HMD IESP bukan merupakan suatu organisasi yang begitu terpandang dan kurang membawa efek dan pamor yang besar untuk anak-anak IESP sendiri. Dibandingkan dengan hubungan himpunan mahasiswa lain dengan jurusannya sendiri di lingkungan FEB, HMD ini aku rasa himpunan yang paling jauh hubungan keeratannya dengan mahasiswa IESP . Dari itu, aku berusaha mikir apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini. Keresahan garis besarnya, HMD ini belum bisa menjadi mitra yang terbaik bagi anak IESP dan mahasiswa IESP tidak bangga punya HMD IESP. Jadi, dari situ keresahanku bangkit dan aku ingin mencoba untuk menjadi ketua agar aku dengan segala keresahan dan dibarengi dengan segala kemampuanku ini bisa mengubah HMD IESP menjadi lebih baik.
Yang kedua dari diriku sendiri. Karena selama sekolah aku sama sekali tidak tertarik berorganisasi dan hanya tertarik pada akademik, maka semenjak kuliah aku mengubah persepsi itu dengan mencoba aktif berorganisasi karena pada dasarnya aku menyukai ilmu sosial. Selama di HMD, aku merasa mempunyai perkembangan diri dan bermanfaat bagi orang lain karena dipilih untuk menjadi koordinator di berbagai proker HMD. Dari situlah, yang membuatku berani mencoba untuk menjadi ketua himpunan dimana aku bisa bermanfaat bagi banyak orang serta lebih mengembangkan diri sendiri.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visi yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa IESP demi mewujudkan lingkungan perkuliahan yang suportif dan membangun.
Misi yaitu pertama, menghilangkan stigma eksklusivitas HMD dengan menjadi mitra terdekat mahasiswa IESP. Kedua, meningkatkan iklim diskusi dan prestasi. Ketiga, mewujudkan ketertarikan dan keikutsertaan mahasiswa IESP dalam proses kaderisasi. Keempat, menjadi penghubung terandalkan antara mahasiswa IESP dan pihak kampus. Kelima, menerapkan karakter professional berkekeluargaan dalam menjalankan kerja yang berkelanjutan. Keenam, membangun hubungan baik dengan ormawa lain dan masyarakat.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Yang aku lakukan yaitu aku berkampanye di Instagram dan OA Line. Jadi, di dua platform itu aku memperkenalkan siapa diriku, arti dari nama kabinet “Persaudaraan Ismaya” yang aku usung ini, dan “Apa Kata Mereka” yang menunjukkan orang yang aku temui sepanjang perjalananku berorganisasi ini mengenalku sebagai pribadi yang bagaimana dan mengapa perjalanan tersebut sangat berarti bagi diriku sehingga membuatku cocok untuk menjadi ketua himpunan. Selain itu, aku juga sudah berbicara kepada mahasiswa IESP di tiap angkatan yang aku anggap vokal tentang bagaimana HMD IESP ini harus dijalankan agar bisa lebih baik lagi. Dari situ aku berusaha untuk mencari kepercayaan dari mereka dengan memasukkan saran-saran mereka dalam program-program kerja yang akan aku jalankan selama 1 tahun kepengurusan nanti jika aku terpilih.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
- Eksklusivitas di sini itu stigma yang dimiliki cukup banyak orang. Jujur aku ngelihat banyak orang masih kurang responsif sama kegiatan di HMD dan banyak yang merasa kalau kegiatan kita masih bisa diperbaiki. Tapi mereka jarang yang mau ngomong secara langsung, misal melalui form aspirasi yang kita adain tiap 100 hari. Itu yang ngisi dikit banget dan kebanyakan juga lewat lobbying orang-orang tertentu. Bukannya aku enggak ingin lobbying itu terjadi, tapi hal ini nandain kalau yang peduli sama HMD itu hanya orang-orang yang deket sama pengurus HMD, mereka yang menganggap suaranya enggak kedengeran. Ini aku anggep sebagai stigma eksklusivitas. Sama coba deh liat sekre, yang harusnya semua mahasiswa IESP bisa pake. Nyatanya cuma anak HMD sama temen deketnya doang yang pakai. Ini harus diubah dan perubahan ini mewajibkan adanya keguyuban antar angkatan, antar circle pertemanan, yang aku harap aku bisa bangun sedikit demi sedikit. Eksklusivitas mungkin kata yang agak keras dan mungkin dalam opini orang lain aku akan salah gunain. Tapi itu nunjukin keseriusanku untuk ngubah HMD dari intinya, dan harapannya bisa punya multiplier effect yang bagus.
- Akademik, isu normal yang sering dibawa. Budaya kajian di IESP masih kalah sama UI sama UGM, ini rahasia umum. Tapi kenapa? Banyak temen-temen bilang ke aku kalau budaya ini agak ditanemin dari maba. Pas pertama kali kita masuk, kita sering dengar kata-kata “IESP pilihan kedua, IESP itu lulusnya susah”. Justru kata-kata ini yang bakal ngebuat anak-anak IESP ngejalanin kuliahnya di IESP dengan semangat yang setengah-setengah. First impressions are important! Kita harus kasih wajah yang lebih bagus ke IESP dan aku yakin dari dosen-dosen pun pasti akan mendukung hal tersebut. Kita pingin mahasiswa IESP, baik mereka yang orientasinya akademis atau yang lebih santai, buat tertarik sama IESP dan ikut dalam diskusi dan bisa ngasih perspektif ekonomi ke isu-isu sosial yang ada, serta kita juga pingin supaya mahasiswa IESP bisa lebih berprestasi.
- Kaderisasi. Kalau boleh jujur ini salah satu misi yang lebih berasal dari keresahanku individu sih. Tapi nyata, soalnya kita liat aja, tahun ini aku lawan kosong. Bukannya ada yang salah dari kaderisasi di dalam HMD. Dan di luar HMD, aku juga ingin proses kaderisasi tetap jalan. Bukan di tingkat dasar aja, kalau misalnya kita bisa ningkatin partisipasi di tingkat madya ya aku ingin siap men-support.
- Hubungan dengan pihak kampus, ini simple sih lebih ke hubungan baik dengan dosen aja dan ngasih info perkuliahan yang baik buat mahasiswa IESP. Tapi di sini aku juga ingin nekenin kalau aku juga ingin kita bantu dosen dengan apa yang mereka inginkan di IESP. Pak Syakir terutama sebagai dospem mesti punya banyak harapan, Bu Hasta pun juga sempet ngasih saran. Harapannya kegiatan yang kita lakuin bisa bantu pekerjaan mereka. Metode kerja internal pengurus, ada banyak yang ingin aku ubah. Kalau ngasih contoh mungkin dari badan pengendali internal fungsi pengawasannya ditingkatin.
- Hubungan luar HMD penting pastinya. HMD itu engga nyerminin dirinya aja, tapi mahasiswa IESP secara keseluruhan. Aku ingin HMD punya hubungan yang baik dengan ormawa-ormawa di FEB, ormawa luar FEB, hingga masyarakat. Aku ingin segala kemitraan yang kita lakukan dapat ngasih benefit bagi baik internal kita maupun mahasiswa IESP, itu sih yang lebih utama. Misalnya ngadain kolab diskusi santai, kolab penelitian, dsb. Itu juga bakal buat HMD IESP lebih terpandang sih, dan pandanganku sih tertuju ke Kanopi HM IE-nya UGM sama UI yang cukup dihormati di universitasnya masing-masing.
Kenapa mahasiswa IESP harus memilih Anda?
Tahun kemarin sudah ada kotak kosong, terus tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Kalau aku denger dari mahasiswa IESP lainnya, misal udah kotak kosong selama dua tahun berturut-turut termasuk tahun ini, berarti ada yang salah dengan kaderisasinya. Sudah pasti ada kesalahan dengan keadaan internalnya. Kalau mereka milih kotak kosong yang enggak ada visi misinya, HMD IESP akan dibawa ke arah mana ke depannya. Maka dari itu, diharapkan mahasiswa IESP memilih aku, karena aku sendiri sudah memberikan visi misi yang sudah tergambarkan secara jelas apa yang ingin aku usahakan ke depannya.
Tapi aku enggak maksa mahasiswa IESP untuk milih aku karena lawanku kotak kosong. Pada akhirnya kalau mereka kurang suka sama yang aku bawa, mereka bisa milih kotak kosong. Namun, aku yakin perasaan untuk ingin ngubah HMD sampai ke akarnya merupakan sentimen banyak mahasiswa IESP dan aku secara eksplisit pingin ngubah banyak hal juga. Menurutku itu selling point utamaku
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Aku berharap sebesar-besarnya seluruh mahasiswa IESP dari segala angkatan yang masih menjadi mahasiswa aktif IESP untuk ikut serta secara aktif ikut suksesi ini. Aku harap masih ada dan terus menjaga antusiasme dari mahasiswa IESP meski lagi pandemi dan juga lawannya kotak kosong lagi seperti tahun kemarin. Semoga ke depannya kandidat yang terpilih akan memberikan solusi dan penjelasan yang persuasif untuk mengubah keadaan HMD jadi lebih baik lagi.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa IESP sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau himpunan dan/atau pemira ini?
Aku ingin banget temen-temen IESP semakin lebih respect terhadap HMD. Seperti yang aku bilang tadi kalau tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Entah ke depannya temen-temen akan milih aku atau kotak kosong, aku berharap temen-temen mau menggunakan hak pilihnya secara bijaksana. Karena hak pilih ini akan menentukan ke depannya IESP menjadi lebih baik lagi. Lebih memahami visi misi yang ada dari segala kandidat di pemilihan yang ada. Meskipun kalian orang yang hanya fokus kuliah atau mempunyai fokus lain, namun kalian akan tetap memperoleh informasi perkuliahan dari himpunan sebagai jembatan informasi. Jadi, jika kalian ingin yang terbaik bisa dipikirkan lebih matang saat memilih.

