Komunitas Lomba #2: Think Different, Lead Innovation

Reporter: Rio Dwi

FEB Undip (26/11) – Telah berlangsung Komunitas Lomba #2 yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bidang Riset dan Keilmuan (Riskel) pada 26 November 2020 yang dimulai pukul 15.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh tiga pembicara utama dengan tiga pilar bahasan, yaitu Endi Deswanto dengan pilar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Maal Naylah dengan pilar bahasan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), serta Amos Fischel dengan pilar bahasan Debat. Acara ini merupakan sharing session untuk menjadikan mahasiswa FEB lebih produktif dan berprestasi untuk mengharumkan nama fakultas dan universitas.

Acara diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia acara Komunitas Lomba #2, Daffa Dhiyaulhaqq Mufid, lalu dilanjutkan oleh Even Benanda, selaku Ketua BEM FEB Undip 2020. Keberlangsungan acara dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan pilar yang dipilih oleh peserta dan dilakukan dalam waktu bersamaan di masing-masing channel. Salah satu pilar bahasan yang kami sorot adalah pilar LKTI. Pilar LKTI sendiri dimoderatori oleh Yohanes Ady Prabowo. Diskusi dibuka dengan pemaparan Endi mengenai empat tipe mahasiswa, yaitu organisatoris, sosialis, akademis, dan prestatif.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas mengenai benefit mahasiswa jika menulis karya ilmiah dan mengikuti lomba. Menurutnya, dengan sering menulis karya tulis ilmiah, mahasiswa akan semakin terasah dalam berpikir dan memudahkan saat skripsi di semester akhir. Sementara itu, dengan mengikuti banyak lomba dapat menambah isi curriculum vitae, penghasilan tambahan, dan mengasah kemampuan mahasiswa, baik dalam public speaking, problem solving, maupun skill lain.

Endi menjelaskan langkah pertama untuk menulis karya ilmiah adalah menemukan ide kreatif. Ide-ide ini dapat didapat dengan beberapa teknik yaitu brainstorming, grup fokus, riset pustaka dan internet. Selain itu ada pertimbangan dalam menetapkan ide yaitu apakah ide tersebut menarik, spesifik, bermanfaat, dan memberikan inovasi. Pada kesempatan ini juga, Endi memberikan sedikit tips untuk lolos dalam lomba karya ilmiah yaitu menetapkan tujuan dalam menulis karya ilmiah, banyak membaca esai dan karya ilmiah, menentukan deadline, membuat kerangka tulisan, menulis karya ilmiah tersebut dengan sungguh-sungguh, dan terakhir adalah berdoa.

Acara berlangsung dengan luar biasa karena di akhir diskusi ada tantangan dari Endi untuk peserta berupa ajakan melakukan brainstorming dan adanya interaksi aktif antara pembicara dan peserta acara. Acara ditutup pada pukul 17.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *