Reporter: Khaira dan Diah

Undip (21/11) – Telah dilaksanakan Webinar Green Campus yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip). Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro, Ambariyanto, selaku pembicara dan dimoderatori oleh Ahli Sosmas BEM Undip, Ariiq Daffa. Acara ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Undip sebagai green campus, mengingat sebelumnya, pada tahun 2018, Undip menduduki peringkat ketiga kampus terhijau se-Indonesia versi UI Green Metric dengan total skor 7025. Adanya Webinar Green Campus dapat memfasilitasi mahasiswa untuk lebih peka dengan keadaan lingkungan kampus.
Webinar ini dimulai dengan pemberian sambutan dari ketua pelaksana, Puspita Nurfitria, diikuti dengan sambutan dari Koor. Bidang Pergerakan dan Relasi Publik BEM Undip serta sambutan dari Ketua BEM Undip. Sambutan demi sambutan terlaksana, dilanjut ke acara inti yang dipaparkan oleh Ambariyanto.
Dalam pemaparannya, Ambariyanto menjelaskan tentang definisi sustainable campus sebagai introduction karena tidak seperti definisi green campus yang lebih membahas mengenai lingkungan, sustainable campus membahas secara holistik. Definisi sustainable campus sendiri lebih menekankan kepada sustainability, yaitu bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat sustain.
Sustainable campus dalam pelaksanaannya dipengaruhi oleh internal approach, external approach, dan academic approach. Internal approach terdiri dari campus and campus’s family atau dengan kata lain civitas akademika kampus. External approach terdiri atas komunitas di sekitar kampus seperti alumni dan masyarakat sekitar. Sedangkan academic approach dapat dideskripsikan melalui kompetisi dan nilai-nilai yang dianut dalam kampus.
Sebagai respon terhadap Sustainable Development Goals, Undip mendirikan Sustainable Development Goals Center yang bertugas dalam mengoordinir program dan kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan dan pengembangan SDG di Undip.
Secara umum, terdapat lima hal yang dibahas ketika membicarakan mengenai green campus, yaitu pemanfaatan energi, pemanfaatan air, transportasi, pengelolaan sampah, dan upaya dalam menjaga biodiversitas di kampus. Sedangkan untuk green metrics, terdapat enam hal yang dilihat, yaitu infrastruktur, pemanfaatan air, pengelolaan sampah, transportasi, perubahan iklim, dan pendidikan.
Dalam upaya pengelolaan sampah, Undip mulai menyediakan waste bin facilities. Selain itu, Undip juga berupaya dalam melakukan pengurangan sampah dengan melakukan penyebaran undangan melalui sosial media alih-alih dalam bentuk hardcopy dan mendorong untuk menggunakan double side dalam pencetakan tesis. Ambariyanto selanjutnya menjelaskan tentang pemanfaatan air yang ada di lingkungan Undip. Dalam pemanfaatan air ini sudah didukung dengan adanya waduk Undip dan beberapa fakultas yang memiliki embung seperti pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Biopori juga merupakan salah satu pemanfaatan air yang dilakukan oleh Undip, “Diusahakan para dekan setiap fakultas untuk mengembangkan biopori,” ujar Ambariyanto.
Materi selanjutnya pembahasan tentang infrastructure dan energy and climate change. Dalam pelaksanaan infrastruktur yang tersedia di Undip yaitu adanya green building dan smart building, penerapannya masih terbatas di beberapa fakultas saja seperti Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi dan Sekolah Vokasi.
Pemaparan materi demi materi telah selesai, selanjutnya dilanjut dengan sesi tanya jawab yang mana peserta sangat antusias dalam memberi pertanyaan. Setelah tanya jawab selesai, acara ditutup sekitar pukul 17.00 WIB dengan peserta yang tercatat pada platform Ms. Teams 60 peserta.

