Yesmirsa Janeta Peranginangin, atau kerap disapa Janet, mahasiswi jurusan Manajemen angkatan 2023, terpilih menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2026 usai Sidang Pleno 3 Muswa FEB Undip yang digelar di Hall Pertamina FEB Undip pada 28 November 2025 lalu. Janet terpilih melalui voting di akhir forum Muswa dengan perolehan 12 suara. Hal ini telah secara resmi ditetapkan melalui TAP MUSWA Nomor 004 FEB Undip tentang Penetapan Ketua BEM FEB Undip 2026 yang diunggah melalui sosial media @senatfebundip pada 3 Desember 2025.
Mengusung Kabinet Simpul Karya
Kabinet Simpul Karya tidak lahir tanpa alasan. Janet menyebutkan bahwa Simpul Karya ini lahir dari kegelisahannya setelah membaca kondisi BEM FEB beberapa tahun terakhir. Janet menjelaskan bahwa terdapat banyak program kerja serta potensi namun semuanya terasa belum benar-benar terhubung satu sama lain. Ia menambahkan bahwa terdapat simpul-simpul yang dirasa renggang baik di dalam internal BEM FEB sendiri maupun antara BEM FEB dengan mahasiswa.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Janet menuturkan bahwa, Simpul Karya menggambarkan dua hal yakni simpul sebagai satu titik tempat aspirasi, kebutuhan, serta kekuatan mahasiswa yang dirangkai bertemu dan karya adalah hasil akhir dari gerakan kolektif yang berdampak dan berkelanjutan. Hal ini disebutkan dalam GDO-nya, “Simpul Karya menegaskan identitas organisasi sebagai penghubung, penyambung, dan penggerak yang memanfaatkan keberagaman mahasiswa untuk menciptakan dampak nyata.”
Dalam kabinet Simpul Karya, visi yang dibawa oleh Janet adalah “Mewujudkan BEM FEB Undip yang menyatukan keberagaman mahasiswa dalam satu simpul karya”, didukung dengan misi-nya yaitu:
- Simpul Pergerakan
Menyatukan ragam aspirasi dan kebutuhan mahasiswa dalam arah gerak organisasi yang lebih terkoordinasi dan inklusif.
- Simpul Kapasitas
Menguatkan potensi mahasiswa melalui ekosistem pengembangan diri, akademik, minat-bakat, dan profesional yang relevan dan berkelanjutan.
- Simpul Advokasi
Menghadirkan perlindungan dan pendampingan mahasiswa melalui advokasi berbasis data pada isu akademik, kesejahteraan, dan kebijakan yang ada.
- Simpul Kolaborasi
Membangun jejaring kemitraan internal dan eksternal untuk memperluas peluang belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi mahasiswa.
- Simpul Tata-Karya
Menata tata kelola organisasi dan menghasilkan karya kolektif yang akuntabel, berkesinambungan, dan berdampak nyata bagi lingkungan fakultas.
Simpul-simpul dalam misi tersebut menggambarkan arah gerak strategis kabinet tahun depan. Janet menekankan satu hal penting bahwa BEM FEB tidak boleh hanya sibuk membuat acara tahunan. “BEM FEB tidak hanya akan sibuk membuat acara, tapi membangun ekosistem yang memanusiakan, memberdayakan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Proses Memilih Wakil: Mandiri, tetapi Inklusif
Terkait mekanisme penjaringan wakil, Janet menegaskan bahwa dirinya akan memilih wakil secara pribadi karena ia yang paling memahami cara kerja dan arah gerak kabinet yang akan ia bangun. Meski demikian, proses penjaringan wakil ini tidak dilakukan secara tertutup.
“Tentunya saya meminta banyak masukan,” ujarnya. Janet menambahkan sebagai pertimbangan, ia akan mengumpulkan informasi dari orang-orang yang pernah bekerjasama dengan calon wakil, pihak yang memahami kapasitasnya, serta stakeholder internal. “Jadi meskipun saya yang memilih, saya tetap mendengarkan banyak suara sebelum memutuskan.”
Menjawab Krisis Regenerasi dan Bagaimana Kaderisasi di Tahun Depan
Krisis regenerasi menjadi salah satu isu yang paling banyak disorot dalam Musyawarah Mahasiswa tahun ini. Untuk menjawab isu tersebut, Janet membawakan tiga langkah strategis melalui proker inovasi yaitu RAKIT, POROS, dan Simpul Mikat. Dikutip dari GDO yang telah dirancang Janet, berikut pengertian ketiga program kerja inovasi tersebut:
- Revitalisasi Arah Kaderisasi Terpadu (RAKIT)
Program kerja ini merupakan inisiatif BEM FEB Undip untuk memperbaharui dan menyelaraskan kembali arah kaderisasi agar lebih adaptif, relevan, dan terintegrasi. Melalui RAKIT, dilakukan penataan ulang timeline kaderisasi antar pilar, pembaruan materi dan sub materi agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa masa kini, penetapan indikator utama dan indikator spesifik tiap pilar, serta penegasan peran BEM dalam penyelenggaraan Orion. Selain itu, RAKIT juga memperkuat mekanisme pengawalan minat dan bakat dengan menekankan peran BEM tidak hanya sebagai mitra kerja sama, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembina berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi fondasi arah kaderisasi FEB Undip yang lebih sistematis, kontekstual, dan berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa.
- Pemantauan dan Observasi Sistem Kaderisasi (POROS)
Program kerja POROS merupakan inisiatif inovatif BEM FEB Undip yang berfungsi sebagai wadah koordinasi dan pengawasan terpadu terhadap keberjalanan kegiatan kaderisasi di setiap jurusan, khususnya pelaksanaan LKMM-PD. Melalui tim KSSK, proses kaderisasi dimonitor secara sistematis menggunakan parameter keberhasilan yang diturunkan dari kompetensi dasar kader FEB, sehingga setiap kegiatan dapat dievaluasi berdasarkan capaian pembelajaran dan kualitas pelaksanaannya, bukan hanya dari sisi administratif. Program ini sebenarnya telah berjalan melalui fungsi Divisi K4, namun pada tahun ini akan ditetapkan sebagai program kerja resmi agar memiliki arah kerja yang lebih terukur dan hasil yang terdokumentasi. Produk akhir dari KSSK adalah Buku Jejak Kaderisasi, yang berisi laporan komprehensif mengenai hasil monitoring, evaluasi, dan capaian pengembangan kaderisasi di seluruh jurusan sebagai bentuk dokumentasi dan refleksi keberlanjutan sistem kaderisasi FEB Undip.
- Simpul Mikat
Program ini bertujuan memperkuat pengembangan minat dan bakat di FEB Undip melalui penunjukan PIC dari Bidang Seniora untuk mendampingi setiap UKM dalam menghimpun aspirasi dan memenuhi kebutuhan organisasi. Pendampingan ini dilengkapi dengan Sekolah Ketua UKM Mikat di awal periode setelah pembahasan keterbutuhan melalui Gelanggang Aspirasi I, yang mana Sekolah Ketua UKM Mikat adalah pelatihan singkat yang membekali para ketua dengan kemampuan project management planning, pemetaan kebutuhan, serta perencanaan program dalam UKM Minat Bakat yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Salah satu program kerja inovatif yakni RAKIT merupakan jawaban untuk kaderisasi di tahun depan. Janet menyebutkan bahwa ia ingin kaderisasi yang manusiawi, relevan, dan bukan sekadar rutinitas turun-temurun. Ia menegaskan bahwa kaderisasi harus dapat diakses oleh seluruh mahasiswa, bukan hanya mereka yang aktif berorganisasi. “Tidak ada lagi overlap atau kegiatan yang bertabrakan, semuanya akan kita coba satukan melalui RAKIT,” ujarnya.
Bukan Sekadar Nama tapi Komitmen
Melalui kabinet yang dibawakan, Janet berharap Simpul Karya dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi, kebutuhan, serta kekuatan mahasiswa. Simpul Karya bukan hanya nama kabinet semata, namun merupakan komitmen untuk membangun kembali lingkungan FEB Undip yang kolektif, kolaboratif, berdampak nyata, dan berkelanjutan.
Reporter: Aldo
Penulis: Cantika

