
Semarang – Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Menggosok gigi secara teratur dan benar penting dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi. Kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, masalah pada gusi, dan bau mulut, dapat dihindari jika rutin menyikat gigi. Dengan menggosok gigi, gigi dibersihkan dari plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi. Agar dapat membersihkan gigi secara menyeluruh, sikat gigi pun harus dilakukan dengan benar.
KKN Tim II Undip melaksanakan program monodisiplin yaitu ‘Pelatihan Mengenai Penggunaan Sikat Gigi yang Baik dan Benar, Kapan Waktu untuk Menggosok Gigi serta Screening‘. Program tersebut dilakukan oleh Mochammad Haldi dari jurusan Kedokteran Gigi yang dilaksanakan pada hari Rabu (31/7) di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Sudirman. Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 sebanyak 40 siswa. Rangkaian program tersebut dimulai dengan pemaparan materi mengenai ‘Kesehatan Gigi dan Mulut serta Pentingnya Kontrol Rutin ke Dokter Gigi’, dilanjutkan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar dan pemeriksaan gigi (screening) di kelas.

Tujuan diadakannya program tersebut adalah agar siswa dapat mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga dengan baik dan tidak megalami kerusakan gigi. Secara umum siswa telah memahami cara menggosok gigi yang baik namun ada beberapa yang perlu diperbaiki dalam cara menggosok gigi serta kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Selain itu, screening dilakukan untuk melakukan pemeriksaan indeks DMF-T atau status kesehatan gigi dan mulut dalam hal gigi berlubang mencapai angka 1,20 yang masih tergolong rendah.( keterangan: 0,0 – 1,1 = sangat rendah; 1,2 – 2,6 = rendah; 2,7 -4,4 = sedang; 4,5 – 6,5 = tinggi dan > 6,5 = sangat tinggi).
Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan sikat gigi sebanyak dua kali sehari bagi siswa kelas 7 MTsS Sudirman Desa Truko dan mahasiswa dapat memahami cara menggosok gigi yang baik dan benar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

