
FEB (25/9) – BEM FEB Undip berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang dalam menyelenggarakan acara KPU Goes To Campus pada Rabu, 25 September 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan penyuluhan mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pemilihan Pilkada. Seminar ini mendatangkan Ir. Ahmad Zaeni, S.Pd.I selaku perwakilan dari KPU Kota Semarang, Darwanto, S.E., M.Si., selaku perwakilan dari FE UNDIP, serta dimoderatori oleh Sena Habibi.
Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua BEM FEB Undip sekaligus moderator acara, Sena Habibi. Acara kemudian dilanjutkan oleh pembukaan materi oleh Bapak Darwanto yang berisi materi mengenai pentingnya pemilih muda dalam keberlangsungan demokrasi nasional dan hubungannya dalam kemajuan ekonomi.
Darwanto berpendapat bahwa gen z memiliki karakteristik yang cenderung lebih kritis dan progresif dalam memilih calon pemimpin. Karakteristik inilah yang beliau nilai dapat menentukan bahwa calon yang terpilih itu berkualitas. “suara kalian sangat punya dampak terhadap kehidupan kalian sendiri,” kata Darwanto.
Setelah pemaparan dari Darwanto, giliran Ahmad Zaeni selaku perwakilan KPU Semarang untuk menyampaikan materinya. Ahmad Zaeni awalnya menyampaikan tujuan KPU memilih fakultas ekonomi dibandingkan fakultas yang lain. “Kalau fakultas yang yang lain seperti ilmu pemerintah kan sudah sering dan mereka sudah paham lah beda dengan anak ekonomi yang perlu ditekankan lagi,” ujarnya.
Ahmad Zaeni memaparkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di kota semarang tahun 2024 terdapat pada angka 85% untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, dan 83% untuk pemilihan anggota DPR. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam Pemilu kemarin dan diharapkan tren tersebut berlanjut dalam Pilkada tahun ini.
Ahmad Zaeni juga memaparkan jadwal Pilkada 2024: 25 September dimulainya kampanye masing-masing calon, 27 November pelaksanaan pemungutan suara di tiap daerah, 27 November-16 Desember proses penghitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Ahmad Zaeni menyebutkan syarat-syarat dalam melakukan pemilihan Pilkada meliputi: berusia 17 tahun atau lebih, memiliki KTP, tidak sedang menjadi anggota TNI, serta tidak sedang dicabut hak pilihnya oleh pengadilan. Ahmad Zaeni juga menyinggung isu calon pemimpin yang menggunakan money politic dalam berkampanye dan berpendapat bahwa sebisa mungkin untuk tetap memilih sesuai dengan calon yang ideal; Ahmad Zaeni dengan bercanda mengatakan “ambil aja duitnya terus pilih yg lain”.
Ahmad Zaeni kemudian membuka sesi tanya jawab kepada para mahasiswa. Ada seorang mahasiswa bertanya mengenai cara KPU mengangkat kepercayaan anak muda terhadap pemilihan umum, karena pada pemilu dahulu ada indikasi KPU melakukan keculasan dalam konteks kontroversi salah satu calon wakil presiden di Pemilu kemarin.
“KPU itu adalah lembaga yang bertindak sebagai pelaksana yang mengikuti keputusan MK, sehingga sulit bagi KPU untuk bertindak,” jawab Zaeni.
Ahmad Zaeni juga menyampaikan pentingnya suara masyarakat terutama mahasiswa dalam mengkritisi keputusan yang dianggap berlawanan dengan konstitusi. “Mungkin ada banyak anggapan negatif tentang KPU dan tugas kami untuk memberikan citra positif itu yang masih menjadi pr hingga saat ini,” ujarnya. Ahmad Zaeni juga mengatakan bahwa apabila terdapat calon pemimpin yang keberatan dengan hasil suara yang dapat rekap berjenjang dan melaporkan ke Mahkamah Konstitusi.
Sebelum menutup acara, Ahmad Zaeni memberikan arahan untuk mengecek data pemilih 2024 dengan membuka situs DPT KPU dan mengikuti tahapan di situs tersebut. Seminar ditutup dengan apresiasi dan harapan bahwa Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik dan setiap mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya dengan penuh hikmah.
Reporter: Alvaro, Messal

