Selama Lambang Garuda di Dada, Kami Akan Tetap Setia

Sumber: PSSI

Oleh: Qosim

Timnas sepakbola Indonesia asuhan coach Shin Tae-yong berhasil mencetak sejarah dengan melaju ke babak 3 kualifikasi piala dunia 2026. Prestasi ini mampu mengangkat popularitas sepakbola Indonesia yang sudah tinggi menjadi semakin tinggi. Salah satu faktor keberhasilan timnas Indonesia untuk meraih pencapaian tersebut adalah melalui program naturalisasi. Naturalisasi di era kepemimpinan Erick Thohir dianggap berhasil oleh para pecinta sepakbola tanah air. Nama-nama seperti Thom Haye, Jay Idzez. Ivar Jenner, Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, dan yang lainnya berhasil menciptakan kegembiraan di dalam hati pecinta sepakbola tanah air ketika mereka bermain.

Tampil dalam perhelatan terbesar di dunia sepakbola tentu menjadi mimpi jutaan manusia di Nusantara. Meskipun hampir tidak mungkin, lolosnya timnas Indonesia ke babak 3 kualifikasi berhasil menjaga agar asa tetap ada untuk tampil pada pesta sepakbola terbesar. Dalam sejarah, sebenarnya Indonesia pernah sekali berpartisipasi dalam ajang piala dunia. Tepatnya pada tahun 1938, Indonesia yang masih dalam pangkuan kolonial berhasil mengikuti ajang piala dunia dengan membawa nama Hindia Belanda. 

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, federasi sepakbola dalam negeri memiliki kewajiban untuk menemukan talenta-talenta berbakat yang kemudian disatukan menjadi kesatuan terhebat. Dari Sabang sampai Merauke, dari ujung kalimantan sampai ke ujung pulau jawa, bahkan hingga ke negeri nan jauh disana, selama mereka memiliki darah Indonesia dan bersedia bersumpah setia kepadanya. Talenta tersebut merupakan aset berharga yang akan mengharumkan nama bangsa.

Datangnya banyak pemain diaspora yang dinaturalisasi menuai banyak pro kontra di kalangan penikmat sepakbola Indonesia. Federasi melakukan naturalisasi tentu dengan niat untuk menambah kekuatan tim nasional dalam ajang internasional. Kelompok yang pro terhadap program naturalisasi menganggap bahwa cara ini efektif mengingat kualitas pemain sepakbola lokal masih dibawah standar untuk bersaing di kancah internasional. Berbeda lagi dengan kelompok kontra, dalam kasus ini mereka memiliki argumen jika datangnya pemain naturalisasi ini dapat mengurangi kesempatan pesepakbola lokal untuk bersaing mendapatkan tempat di tim utama. Ada beberapa juga yang beranggapan bahwa pemain diaspora hanya bermain untuk pamor dan uang belaka, bukan bermain untuk membela sang garuda.

Perdebatan tersebut kerap terjadi di media sosial. Ketika pemain naturalisasi mendapatkan performa buruk, maka kaum kontra akan menghujat pemain naturalisasi dan membanggakan pemain lokal. Sebaliknya jika pemain naturalisasi mendapatkan performa yang apik, kaum pro akan membanggakan naturalisasi dan menjatuhkan pemain lokal. Kedua kondisi tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. Pemain yang dinaturalisasi maupun pemain lokal mereka sama-sama membawa satu bendera yaitu merah putih. Jika mereka bermain bagus maka harus kita apresiasi dan jika mereka bermain buruk maka harus kita beri kritik sewajarnya dan kita beri semangat tanpa harus membedakan.

Terlalu banyak perdebatan tidak penting yang terjadi di kalangan penikmat sepakbola Indonesia. Harusnya mereka sadar bahwa yang mereka debatkan tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan sepakbola negeri ini. Hadirnya pemain diaspora seharusnya membuat semangat pemain lokal untuk bersaing mendapatkan tempat di tim utama. Pengalaman yang ada dalam pemain diaspora juga bisa diturunkan kepada pemain-pemain muda yang akan merintis karirnya. Lebih bagusnya lagi ketika kedua kelompok pendukung saling menjatuhkan, para pemain justru saling menyokong tanpa harus membedakan

Entah darimana asalnya, siapa ayah dan ibunya, dimana dia dilahirkan, semua itu tidak ada kaitannya. Selama mereka bersumpah setia untuk memberikan segalanya pada sang garuda. Tidak ada istilah pemain naturalisasi atau pemain lokal, mereka hanya membawa satu nama yaitu Indonesia. Kami akan selalu disini untuk meraih mimpi kita bersama. Siapa kita? INDONESIA!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *