Seminar & Exhibition, Peresmian Bulletin dan Wartafest: Mengupas Peluang dan Tantangan Literasi Digital di Era Transformasi

UDINUS (5/7) – UKM Pers Kampus Wartadinus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) menyelenggarakan Seminar & Exhibition, Peresmian Bulletin dan Wartafest di Auditorium Gedung H lantai 7. Acara tersebut mengangkat tema “Peluang & Tantangan Literasi Digital di Era Transformasi”. Mengundang dua pembicara yang kompeten yaitu Sekar Hasna N,S.I.Kom, selaku mantan ketua umum Wartadinus dan Swita Amalia Hapsari, M.I.Kom selaku jurnalis dosen ilmu komunikasi UDINUS. Tema spesifik yang diangkat dalam acara tersebut menuju kepada refleksi atas alasan mengapa di era sekarang lebih banyak menonton ketimbang membaca. 

Karlina Supelli yang dikenal sebagai filsuf astronom perempuan menyatakan pernyataan yang menarik yaitu “Baca buku itu tidak bisa digantikan dengan TikTok, dengan nonton film, yang dampaknya pemikiran bisa menjadi tumpul, tidak cukup kritis, tidak cukup tajam.”

Swita Amalia Hapsari pun juga menyatakan “kalian tambahkan aktivitas membaca agar bisa otaknya berdialog akan jauh lebih membuat kalian akan bisa punya pengetahuan”. Lebih jauh Swita menyatakan bahwa basis dari media dan jurnalistik adalah memperkaya materi dengan banyak sumber media. 

Swita memaparkan berdasarkan hasil riset dari Data Portal pada bulan Januari 2024 tentang ‘DAILY TIME SPENT WITH MEDIA’. Data tersebut memaparkan bahwa rata-rata audiens di Indonesia menghabiskan waktu paling lama untuk menggunakan Internet yaitu 7 jam 38 menit per hari dibandingkan dengan aktivitas lain seperti menonton video konten secara streaming, scrolling hp untuk sosmed, dan membaca berita online atau media print. 

Tantangan yang terkait dengan dunia Jurnalistik adalah bagaimana menyajikan tulisan yang menarik di tengah pergeseran tren media. Beberapa cara yang dapat diterapkan antara lain dengan memperbanyak perbendaharaan kata, perbendaharaan ide, dan konsep dari membaca. Beberapa contoh media yang dapat dijadikan inspirasi antara lain Folkative dan USS Feeds. Selain itu jurnalis harus mempunyai kemampuan untuk memetakan mana media yang bisa dijadikan sumber informasi dan mana yang tidak. Termasuk mengacu pada aturan-aturan, kaidah-kaidah yang ada yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers. Perlu dilakukan lima proses yang benar, yaitu: akses, analisa, evaluasi, produksi, dan aksi.   

Sekar Hasna N,S.I.Kom memberikan Tips & Trick bagi kalian yang mau masuk ke dunia jurnalistik. “Kenalin dirimu sendiri terlebih dahulu kamu tuh sukanya di bidang apa, coba dideketin apa yang kamu suka di bagian itu, cari komunitas yang bisa bangun passion kamu, dan yakinkan kepada orang tuamu.” 

Penulis: Haykal 

Reporter: Haykal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *