Digitalisasi untuk Tumbuhkan Ekonomi Negeri

Topik presentasi Syakir yang bertajuk “Digitalisasi, Produktivitas, dan Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Growth Diagnostics”, Selasa (30/05/2023). Kuliah Umum tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 4 Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip. (Michelle/Edents)

FEB (30/5) – Belum cukup mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), FEB Undip kembali berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank Negara Indonesia untuk menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Digitalisasi”. Kuliah umum tersebut mengundang Pemimpin BNI Kantor Wilayah 05 Semarang I Gusti Nyoman Dharma Putra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra, dan Ketua Departemen IESP FEB Undip Akhmad Syakir Kurnia.

Helatan ini bertempat di Hall Lantai 4 Gedung Lab. Kewirausahaan. Dengan dimoderatori Dosen Departemen Manajemen FEB Undip Shoimatul Fitria, acara ini membahas 3 topik menarik yang saling berhubungan.

Syakir sedang memberikan pemaparan. (Michelle/Edents)

Sebagai pembicara pertama, Syakir memaparkan bahasan soal “Digitalisasi Produktivitas dan Pendekatan Ekonomi: Pendekatan Growth Statistics“. Syakir menyatakan bahwa pertumbuhan Indonesia berpotensi melambat karena masyarakatnya belum dapat menggunakan teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas.

“Teknologi adalah cara. (Karenanya, red) perubahan teknologi ialah perubahan cara. Perubahan cara adalah niscaya… Namun, perubahan teknologi belum tentu jadi mesin perubah jika tidak mendorong produktivitas,” ungkap Syakir.

Menjawab tantangan yang ada dalam materi Syakir, Rahmat dan Dharma memaparkan bahasan “Peran Bank Indonesia dalam Mendukung Ekonomi Digital dan Inovasi Sistem Pembayaran di Jawa Tengah” serta “Bank sebagai Sahabat Entrepreneur dan Digital”. Melalui pemaparan itulah, Rahmat menegaskan, kurang-lebihnya sama dengan pernyataan Syakir, bahwa, “Digital itu hanya sebagai alat untuk mempercepat transaksi.”

Rahmat sedang memberikan pemaparan.

Untuk menutup pemaparan, Dharma menyatakan bahwa sebagai mahasiswa, mau tidak mau, suka tidak suka, wajib membantu pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan digital. Tidak berbeda dari Dharma, Rahmat pun mengatakan kalau perubahan information and communication technology (ICT) mungkin membuat manusia tidak nyaman. Namun sebagai individu yang memiliki nilai, manusia senantiasa harus dapat memilah informasi yang diterima dengan benar. (LD, MJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *