Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas iponegoro (UNDIP) memberikan pendampingan kepada para pengajar Komunitas Belajar Sejahterakan Indonesa (KBSI) untuk melakukan digitalisasi edukasi kebudayaan dengan menggunakan board game terintegritas platform online. Tim PKM-PM ini beranggotakan empat mahasiswa yaitu Khanuun Maulida Puspita H. dari Fakultas Teknik (FT), Addien Safriya R. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Felisiana Ardelia A. dari FT, dan Ahmad Reihan A. dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM).
Kegiatan ini digelar dalam rangka mengikuti PKM-PK yang diadakan oleh Kenterian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdkti) dengan program pengajuan bernama “Mertamu Budaya”.

Program ini dilakukan oleh Tim PKM-PM UNDIP yang muncul atas keresahan para pengurus KBSI Semarang yang mencari berbagai cara yang menyenangkan untuk mengajar kebudayaan para anak-anak di sana agar tidak merasa jenuh akan pembelajaran. Adanya keresahan tersebut membuat Tim PKM-PM UNDIP datang ke KBSI Semarang dan membimbng para pengajarnya untuk membantu menemukan solusi bersama terkait dengan sistem pembelajaran budaya yang menyenangkan.

Mertamu Budaya hadir sebagai solusi tersebut dengan memanfaatkan permainan kartu system board game yang terintegrasi dengan aplikasi mobile. Bersama dengan KBSI Semarang diimplementasikan-lah permainan ini bersama pengajar maupun murid di sana. TIM PKM-PM dan pengajar KBSI Semarang berfokus untuk mengajarkan tentang kebudayaan dari Jawa Tengah. Selain itu, Mertamu Budaya memiliki sub program yang dilakukan untuk dapat memaksimalkan output edukasi kebudayaan tersebut. Dimulai dari “Siapa Kita?”, yang merupakan sesi perkenalan program Mertamu Budaya kepada siswa, dengan menampilkan video edukasi kebudayaan Jawa Tengah, agar siswa mengerti gambaran yang akan dipelajari bersama
Program selanjutnya adalah “Mari Mengenal Jawa Tengah”, di sini TIM PKM-PM bersama pengajar melakukan tes pengetahuan kebudayaan Jawa Tengah kepada siswa di KBSI Semarang.

Kemudian, dilanjutkan dengan “Mari Bermain Board Game Mertamu Budaya!”, program ini secara langsung kami praktikan pembelajaran kebudayaan Jawa Tengah dengan menggunakan board game Mertamu Budaya. Siswa-siswi di KBSI Semarang membentuk kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 anak yang nantinya membutuhkan kartu “Mertamu Budaya” dan mempersiapkan 1 gawai dari pengajar untuk bermain.

Mereka bermain dengan bersemangat, karena bisa bermain sambil beljar kebudayaan seperti tagline milik Mertamu Budaya yakni Mertamu Budaya, Bermain Sambil Belajar Budaya.
Setelah program bermain tersebut selesai, KBSI Semarang dan TIM PKM-PM melanjutkan program lain yaitu “Menari dan Menyanyi Bersama!”, merupakan program belajar menari dan menyanyi. Pengajar bersama TIM PKM-PM mengajarkan tarian tradisional dan menari bersama. Setelah itu, diilanjutkan dengan menyanyi lagu daerah bersama. Untuk tes pemahaman akan pembelajaran, ada beberapa anak yang maju sebagai pewakilan untuk bernyanyi dan menari di depan.
Selanjutnya, TIM PKM-PM dan pengajar melaksanakan kembali program “Mari Bermain Board Game Mertamu Budaya Lagi!”, dimana berfokus untuk belajar kebudayaan Jawa Tengah kembali untuk nantinya memaksmalkan output pemahaman kebudayaan yang didapatkan siswa KBSI Semarang.

Program terakhir adalah “Sayonara TIM PKM-PM UNDIP” yakni program evaluasi, mulai dari evaluasi pengetahuan siswa KBSI Semarang dengan melakukan Post-Test Kebudayaan Jawa Tengah, dilajutkan dengan evaluasi program bersana dengan pengurus dan pengajar KBSI Semarang. Rangkaian program PKM-PM UNDIP di tutup dengan kesan dan pesan dari para siswa, pengajar, pengurus, pengelola, dan orang tua dari siswa di KBSI Semarang.
Harapannya dari program Mertamu Budaya ini terus berlanjut dan berkembang di KBSI Semarang untuk dapat menghasilkan anak muda yang berjiwa cinta budaya Indonesia. Tidak hanya di KBSI Semarang namun di komunitas belajar yang lainnya juga dapat diterapkan dan mampu menjadi solusi atas permasalahan edukasi budaya di Indonesia.

