Penulis: Luvita

(Semarang, 12/08) Pada tahun 2022, mahasiswa baru (maba) Universitas Diponegoro (Undip) merasakan pengalaman berbeda dari maba-maba tahun sebelumnya. Di tahun ini, Undip menggelar Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) secara luar jaringan yang berlokasi di Stadion Undip. Kegiatan dibagi ke dalam 2 sesi, yaitu sesi pagi pada pukul 07.00 – 10.30 dan sesi siang pada pukul 14.00 – 17.00. Rektor serta jajarannya, para dekan serta jajarannya, serta sebagian guru besar hadir pada kegiatan ini untuk menyambut para mahasiswa baru.
Dilihat dari susunan acara, kegiatan upacara PMB memiliki beberapa tujuan. Tujuan-tujuan tersebut antara lain ialah melaporkan data terkait penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023, melantik secara resmi para mahasiswa baru, dan mengamanahkan mahasiswa-mahasiswa baru tersebut kepada setiap fakultas/sekolah.
Saat keberjalanan acara, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Rektor Undip periode 2019 – 2024, menyatakan bahwa Undip adalah universitas dengan berbagai pencapaian memukau. Selain itu, Undip juga adalah kampus yang menjunjung tinggi budaya, kehormatan, serta religi. “Sorry, bro! Ngga dijemur!” guyon Prof. Yos ketika pidatonya. Guyonan itu beliau jadikan sebagai salah satu tanda bahwa Undip memang menjunjung tinggi nilai-nilai yang diprioritaskannya.
Meskipun kegiatan terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi untuk mahasiswa baru dengan nomor induk mahasiswa (NIM) ganjil dan sesi siang untuk mahasiswa baru dengan NIM genap, kemacetan tetap belum bisa dihindari. Banyaknya kendaraan pribadi pada akhirnya memenuhi bahu jalan. Berdasarkan pengakuan dari salah seorang orang tua murid, beliau memaparkan bahwa putrinya terpaksa berjalan dari bunderan Undip ke Stadion Undip. Hal tersebut menyebabkan durasi tempuh lebih lama daripada menggunakan kendaraan pada kondisi normal. Namun demikian, para mahasiswa baru tetap melakukan hal tersebut karena dikejar waktu dan parahnya kondisi lalu lintas.
Tim Reporter: Fatimah, Tsania, Hatfina, Danny

