Penulis: Shela Nur Fajriya

Forum Diseminasi Hasil Doktor Dosen digelar oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip pada 30 Maret 2022 dengan sistem blended, yaitu luring dan daring. Acara yang termasuk dalam rangkaian Dies Natalis ke-62 FEB Undip ini, memaparkan 11 hasil disertasi yang dilakukan oleh dosen FEB. Pemaparan hasil penelitian dibagi menjadi 2 (dua) sesi dengan dipandu oleh Onny Dwi Sawastri, S.E sebagai MC serta dimoderatori oleh Sri Rahayu Tri A., S.E., M.M. dan Puji Harto, S.E., M.Si., AKT., PH.D.
Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya berharap para doktor baru dapat menghidupkan kembali kelompok studi serta dapat menyampaikan pendapatnya mengenai fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat sebagai bentuk pendewasaan diri. “Jangan sampai ranah sosial media dipenuhi pendapat-pendapat yang bukan pakarnya. Sibuklah berkontribusi bagi banyak orang,” ujarnya.
Salah satu doktor baru, Dr. Nur Cahyonowati, S.E., M.Si., Akt, dalam kesempatan ini memaparkan hasil risetnya yang bertajuk Faktor Penentu dan Kualitas Kepatuhan Pajak: Pengujian Teori Lereng Licin. Beberapa hal mendasari penelitiannya ini, seperti tingkat kepatuhan pajak Indonesia yang rendah, riset empiris kepatuhan pajak belum meraih konsensus, ketidakkonsistenan pengujian empiris teori lereng licin, hingga isu metodologi: real income/earned income vs endowment income.
Nur menyampaikan bahwa proporsi pajak didominasi oleh Wajib Pajak Pribadi, sehingga tidak boleh disepelekan untuk mengejar penerimaan pajak. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dalam hal kepatuhan pajak, alat yang dapat efektif membuat individu membayar pajak bukan hanya faktor penjera melainkan terdapat juga faktor psikologis berupa trust yang memberikan individu sebuah motivasi untuk membayar pajak secara spontan.
Dalam paparan lainnya, Dr. Daljono, S.E., M.Si., Akt. membagikan hasil penelitiannya dengan judul yang menarik yaitu Manajemen Reaksioner “Sak Dek Sak Nyet” Konstruksi SPM dalam Kontek Perubahan Organisasi”. Istilah sak dek sak nyet ini tidak lain merupakan alternatif dari kata cepat yang ia dapatkan saat wawancara untuk pengambilan data. Pada penelitian ini, Daljono mengangkat bahasan mengenai studi perubahan status PTN “X” (nama dirahasiakan) menjadi PTNBH.
Selain dua dosen tersebut masih ada 9 (sembilan) dosen lain yang turut menyampaikan hasil penelitiannya, yakni Dr.rer.pol Alfa Farah, S.E., M.SC., Dr. Hastarini Dwi Atmanti, S.E., M.Si., Dr. I Made Bayu Dirgantara, S.E., M.M., Dr. Andriyani, S.E., M.M., Dr. Ismi Darmastuti, S.E., M.Si., Dr. Eisha Lataruva, S,E., M.M., Dr. Siti Mutmainah, S.E., M.Si., Akt., Dr. Andri Prastiwi, S.E., M.Si., Akt., dan Dr. Shiddiq Nur Rahardjo, S.E., M.Si., Akt.

