Law Young Entreprenuer – Membangun Bisnis Sebagai Investasi Masa Depan

Acara Law Young Entrepreneur ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bagaimana cara mengelola bisnis dengan baik dengan mengundang pembicara yang kompeten di bidangnya. Dalam acara ini para audiens akan mendapatkan wawasan yang lebih luas serta mendalam mengenai kiat-kiat membangun dan mempertahankan usaha sebagai bisnis di masa depan. Melalui Law Young Entrepreneur, BEM Fakultas Hukum Undip berharap cakrawala prespektif dan pemahaman para generasi muda dapat semakin matang dan optimal setelah dilakukannya sharing ilmu dengan para pembicara.

Pembicara pertama yakni Raudi Akmal merupakan seorang pemuda yang dapat menjalankan berbagai peran sekaligus. Ia merupakan seorang politisi, entreprenuer, dan dokter. Beliau mengatakan untuk dapat memaksimalkan perannya di tengah banyaknya kesibukan lain, maka perlu diterapkan time management yang baik. Kita harus disiplin terhadap waktu kita dan bertanggung jawab atas hal itu. Selanjutnya adalah jangan suka menunda pekerjaan karena hal tersebut akan membebani kita di kemudian hari. Dalam berbisnis pun kita harus melakukan time management dengan membentuk sebuah tim. Tim ini berguna untuk melakukan pembagian tugas. Adanya pembagian tugas dalam bisnis akan mempercepat dan memaksimalkan kinerja kita dalam membangun bisnis.

Ketika membangun bisnis, kita harus memiliki fundamental yang kuat dalam berbisnis. Hal ini diterapkan supaya kita semangat mewujudkan visi misi bisnis tersebut. Langkah awal dalam membangun bisnis yaitu menetapkan tujuan. Selanjutnya kita harus membentuk nilai-nilai yang dapat menjadi ciri khas bisnis. Kita pun perlu membaca kebutuhan pasar. Kita harus mencari tau bahwa apa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Kemudian yang tak kalah penting adalah kita harus mencari supplier yang menguntungkan usaha dan membuat standar operasional yang efektif. Menjadi pembisnis menuntut kita untuk tidak menjadi orang yang mudah berpuas diri. Pembisnis harus terus memantau tren pasar dan mencari peluang usaha. Seorang pembisnis harus mampu beradaptasi dengan perubahan keadaan, misalnya pandemi Covid-19 ini. Pada masa awal pandemi bisnis terpantau merosot, tetapi seorang pembisnis yang tidak patah semangat akan terus berinovasi untuk mencari peluang bisnis yang bisa ia lakukan hingga pada akhirnya berhasil.

“Kita bisa karena terbiasa, kita terlatih karena berlatih. Jangan putus semangat, kita harus terus perjuangkan apa yang kita inginkan karena masa depan ada di tangan kita,” kata Raudi Akmal.

Selanjutnya pembicara kedua adalah Yosef Abas. Pada acara ini Yosef Abas berbicara mengenai bagaimana cara mengoptimalkan peluang bisnis di era digitalisasi. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 usaha yang masuk ke dunia online ini meningkat pesat. Adanya transaksi bisnis secara online ini banyak membantu para pelaku UMKM untuk dapat bertahan di tengah situasi pandemi. Namun, karena banyaknya pelaku bisnis yang masuk ke online, kita harus mampu menetapkan strategi supaya tidak kalah saing. Pada awalnya kita bisa memanfaatkan lean canvas untuk membantu kita mengevaluasi bisnis. Ide-ide bisnis yang kita miliki dapat divalidasi dulu melalui lean canvas tersebut sebelum kita benar-benar turun ke pasar. “Dunia online itu penting, saya tidak boleh melewatkan dunia online ini untuk berbisnis. Walaupun bisnis saya offline, saya juga masuk dan belajar untuk berbisnis online,” ujar Yosef Abas.

Selanjutnya pada sistem online kita bisa melakukan manajemen konten yang digunakan untuk memperindah tampilan bisnis kita di platform online untuk dapat menarik kepercayaan kostumer. Selain itu, perlu juga adanya manajemen marketing yang digunakan untuk mencari bagaimana cara memasarkan produk dan bagaimana cara produk dapat dikenal secara luas di masyarakat. Contoh marketing online ini dengan mengikuti paidpromote melalui influencer atau melakukan partnership.

Yosef Abas juga mengatakan terkait karakter bisnis yang menjadi investasi masa depan. Pertama adalah bisnis yang dilakukan untuk jangka panjang. Kedua, tak hanya fokus ke transaksi tetapi juga fokus ke membangun aset. Ketiga, bukan hanya effort sendiri tetapi daya ungkit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *