Oleh: Anya

FEB Undip (04/05) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) telah mengadakan acara Guest Lecture dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-61. Acara ini berlangsung sejak pukul 08.30 sampai pukul 10.15 WIB dengan menggunakan media Zoom Meeting. Guest lecturer pada acara ini merupakan Prof. Paul Cheung yang merupakan direktur Asia Competitiveness Institute (ACI) dan juga merupakan profesor Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS).
Acara ini mulai dibuka oleh Master of Ceremony (MC) sekitar pukul 09.00 WIB dengan kata sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pengisian form attendance bagi para peserta acara ini. Setelah itu, MC mempersilakan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yaitu Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. untuk memberikan pidato pembuka untuk acara ini.
Masuk ke agenda acara selanjutnya yaitu penandatanganan kesepakatan atau Letter of Intent (LoI) antara Universitas Diponegoro dan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore. Dalam penandatanganan letter of intent yang dilakukan secara online ini, Universitas Diponegoro direpresentasikan oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Sedangkan National University of Singapore direpresentasikan atau diwakili oleh Prof. Paul Cheung. Setelah selesai dalam sesi online signing ceremony kesepakatan (Letter of Intent) kedua instansi, acara memasuki agenda utama yaitu kuliah umum bersama Prof. Paul Cheung. Kuliah umum ini mengusung topik “Measuring Competitiveness in The Field of Human Resources: Asia Competitiveness Institute Approach”. MC memberikan kendali kepada moderator dalam sesi kuliah umum. Moderator pada sesi kuliah umum ini adalah Dr. Jaka Aminata, S.E., M.A yang merupakan dosen FEB Undip dan koordinator International Office, FEB Undip.
Dalam topik pembahasan “Human Resource, Economic Competitiveness, and Regional Development” yang dibawakan oleh Prof. Cheung, dapat didapatkan salah satu inti atau pokok pembahasannya adalah pentingnya pengembangan human resource dalam kemajuan ekonomi. Pekerjaan di masa mendatang pada Revolusi Industri 4.0 akan memiliki tingkat otomasi yang lebih tinggi, digitalisasi, skill-intensive dengan mobilitas pekerjaan yang tinggi. Maka, penting bagi Indonesia khususnya sebagai salah satu negara dengan populasi yang besar di dunia yang merupakan potensi besar ini, untuk meningkatkan kualitas human resources-nya dalam rangka memajukan perekonomian bangsa.
Dalam kuliah ini, Prof. Cheung membahas tentang penilaian daya saing human resource di Indonesia dalam perspektif sub-nasional, dalam penilaian ini digunakan ACI Competitiveness Framework. Dalam assessment ini secara spesifik menyoroti Provinsi Jawa Tengah dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Secara singkat, hasil peringkat daya saing secara keseluruhan adalah peringkat 3. Dalam aspek finansial, bisnis, dan kondisi tenaga kerja (manpower condition), Jawa Tengah berada di peringkat ke-3 dan dalam aspek kualitas kehidupan dan infrastruktur berada pada posisi ke-6.
Mengatur sumber daya manusia dalam rangka mendukung Making Indonesia 4.0, pemerintah Indonesia merilis Making Indonesia 4.0 Roadmap atau peta jalan terintegrasi untuk mengimplementasikan strategi dalam memasuki era Industri 4.0 di Indonesia. Hal ini dilakukan pemerintah supaya Indonesia memiliki daya saing yang tinggi secara global dan tidak tertinggal negara lainnya. Selain itu, perlunya untuk merevitalisasi sektor industri di Indonesia, memanfaatkan digital leap, serta pentingnya menyadari bahwa populasi penduduk terbesar ke-4 di dunia merupakan aset bangsa yang sangat perlu untuk dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik. Dalam hal ini, perlu disadari bahwa human resources adalah elemen penting yang berperan dalam Making Indonesia 4.0 atau bahkan bagi perekonomian secara makro.
Hingga pada sesi tanya jawab, antusiasme peserta kuliah umum dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-61 ini nampak dengan banyaknya pertanyaan menarik yang ditujukan untuk Prof. Cheung selaku guest lecturer. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga berhasil memancing jawaban dan pembahasan yang menarik. Setelah sesi tanya jawab usai, acara ditutup oleh pembawa acara dan selesai sekitar pukul 10.15 WIB.

