Oleh: Putri Nurmalia dan Indah Sulistyo

UNDIP (2/5) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Diponegoro telah menyelenggarakan Webinar Nasional Psychopreneur “Menyelami Dunia Entrepreneur dengan Kacamata Psikologi” pada tanggal 2 Mei 2021. Webinar kali ini mengusung tema besar “Create a Business, Choose Your Happiness” dan membahas secara rinci topik tentang kewirausahaan dan hubungannya dengan psikologi manusia. Tujuan dari diadakannya acara ini yaitu untuk membangkitkan semangat para pengusaha muda yang baru berencana merintis bisnisnya. Acara ini menghadirkan pembicara ahli di bidangnya masing-masing, yaitu dosen Fakultas Psikologi Undip, Audrey Maximilian selaku Co-Founder Riliv, dan Mirja Rijal Auladi selaku Marketing Shopee Indonesia. Jalannya acara dipandu oleh Dinda Nabilah dan Salma Dienhaq sebagai moderator.
Memulai Usaha dalam Sudut Pandang Psikologi
Materi pertama diisi oleh Unika Prihatsanti, S.Psi., M.A., yang merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Materi yang disampaikan oleh Unika berfokus tentang peran psikologi dalam sebuah usaha dan manfaat psikologi dalam usaha. Unika menyampaikan bahwa saat ini menjadi seorang wirausaha merupakan sebuah tren profesi baru di kalangan anak muda. Ia selanjutnya memaparkan bahwa peran psikologi dalam dunia usaha yaitu pelaku usaha dapat lebih memahami dan memberdayakan konsumen sebagai aset dalam memproduksi barang yang bisa mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli barang. Setiap konsumen memiliki value atau nilai tersendiri, apakah itu di harga atau gengsinya yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan konsumen tersebut dalam membeli suatu barang/jasa. Psikologi dapat membantu pelaku usaha dalam mengetahui kebutuhan konsumen dan karakteristik pelaku usaha dalam menjalankan suatu usaha. Menurut Unika, karakteristik suatu wirausahawan yang paling utama dan penting yaitu sifat pantang menyerah karena jika tidak mempunyai kegigihan maka kita akan mudah menyerah sebelum waktuya kita sukses. Dalam konteks perusahaan rintisan (start up), psikologi memandang bahwa jika kita ingin berwirausaha atau berbisnis kita harus memulai usaha yang dekat dengan kita atau kita sukai. Kita harus pintar mengeksplorasi sesuatu dan tahu dengan betul apa kebutuhan masyarakat saat ini.
Start-Up dalam Psikologi
Materi kedua, dimoderatori oleh Salma Dienhaq dengan pembicara Audrey Maximillian Herli selaku Co-Founder RILIV.CO. Topik yang dibawa di materi kedua ini membahas tentang usaha start-up RILIV.CO. RILIV merupakan suatu platform untuk memberikan solusi komprehensif nomor satu di Indonesia untuk mengukur, memantau, dan meningkatkan kesehatan mental melalui aplikasi online. RILIV memberikan bentuan untuk healing dengan meditasi dan berbagi masalah yang dimiliki dengan adanya fitur konseling. Akhirnya, konsumen akan langsung berhubungan dengan pihak psikolog yang profesional sesuai dengan kemampuannya. Kedua, adanya fitur hening yang digunakan untuk relaksasi atau menenangkan diri dengan meditasi di mana pun dan kapan pun. Lalu, ada konten-konten jurnal yang sebagian besar berhubungan dengan kesehatan mental dan meditasi yang bisa membantu seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, terdapat juga layanan untuk para karyawan untuk membantu dalam bekerja. Platform ini sampai sekarang telah membantu kurang lebih 400.000 masyarakat di Indonesia
Membranding suatu Produk
Materi ketiga disampaikan oleh Mirja Rijal Auladi selaku Marketing Shopee Indonesia, masih dipandu oleh Salma Dienhaq. Topik yang dibicarakan berupa “Product Branding”. Membangun bisnis tidak hanya bertujuan untung uang saja, tetapi juga memberikan sebuah solusi bagi setiap pihak. Product branding adalah penggunaan nama, istilah, simbol, atau desain untuk memberikan identitas yang unik pada produk di pasar. Product branding harus sesuai dengan perkembangan waktu dan objek pasar yang dituju, sesuai dengan trend marketing milenial jika saat ini. Hal yang perlu diperhatikan berupa konten yang akan ditayangkan, personalisasi, tingkat partisipasi konsumen, serta brand puspose.
Kesimpulan
Pelajaran yang bisa diambil dari start-up RILIV.CO adalah idea is chap, menjadikan start-up yang dibuat adalah sebuah investasi di masa depan, serta be enthusiastic. Perlunya bersosialisasi dengan orang lain. Dapat dikutip dari Maxi, “Membangun start-up tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menciptakan solusi”. Dalam memulai start-up, bisa melihat objek pasar yang akan dituju. Sehingga apa yang akan diperjualbelikan akan sesuai dengan target pasar dan memiliki produk branding yang sesuai.

