Asap Dilema di Kampus Kuning: Mahasiswa Undip Membongkar Paradoks Rokok

(Kamis, 30 April 2026) — Di tengah kepulan isu kesehatan dan derasnya arus penerimaan negara, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro berkumpul dalam satu ruang yang sama: mencari jawaban atas dilema yang tak pernah benar-benar selesai—rokok.

Bertempat di DOME FEB Undip, Badan Eksekutif Mahasiswa melalui bidang Sosial Politik menggelar Gelar Wicara Ekonomi Vol. 2 x Laskar Diponegoro. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan opini dan perspektif mereka terkait trilema industri rokok yang mencakup aspek kesehatan, ekonomi, dan kebijakan publik. 

Karya, selaku penanggung jawab acara, menjelaskan bahwa gelar wicara ini merupakan forum diskusi antar mahasiswa yang bertujuan membuka pandangan baru mengenai rokok. “Kami ingin mahasiswa bisa melihat isu ini dari berbagai sudut pandang dan belajar satu sama lain,” ujarnya. 

Namun, penyelenggaraan forum ini tidak lepas dari tantangan. Panitia mengaku kesulitan dalam mencari pemantik diskusi yang mampu menghidupkan suasana. Keberadaan pemantik dinilai penting untuk mendorong jalannya diskusi agar lebih kritis dan dinamis.

Dalam forum tersebut, mahasiswa membahas dilema rokok dari berbagai sisi. Dari sudut pandang ekonomi, rokok memberikan kontribusi besar terhadap APBN melalui cukai yang tinggi dan menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara. Selain itu, industri rokok juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Di sisi lain, rokok merupakan ancaman serius bagi kesehatan. Penyakit seperti kanker kerap dikaitkan dengan konsumsi rokok, bahkan banyak kasus terjadi pada perokok pasif. Hal ini menunjukkan adanya pertentangan antara manfaat ekonomi dan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Melalui gelar wicara ini, mahasiswa diajak untuk memahami kompleksitas isu rokok tanpa terburu-buru menarik kesimpulan. Forum ini menjadi wadah untuk mengasah pemikiran kritis serta memperkaya perspektif dalam melihat kebijakan publik yang penuh dilema.

Penulis: Juw