Oleh: Putri dan Sulis

FEB Undip (12/12) – Telah dilaksanakan acara Audiensi Terbuka Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) pada pukul 11.30 – 14.30 WIB melalui platform Microsoft Teams. Audiensi terbuka ini merupakan acara yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa (SM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Tujuan diadakannya audiensi ini yaitu menghimpun permasalahan dan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan mahasiswa IUP. Dalam acara ini turut hadir pula Dekan FEB, Wakil Dekan FEB, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Kepala Departemen Akuntansi, dan Kepala Departemen Manajemen.
Audiensi ini dipandu oleh Satrio Eko Nugroho dan diawali dengan sambutan dari Mariyah Haidar Cahya Annisa selaku Ketua Acara dan dilanjutkan dengan penyampaian hasil survei oleh Ketua Tim Laporan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Senat Mahasiswa, BEM, dan Himpunan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP yaitu kurangnya informasi dari International Office, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dirasa kurang interaktif, penguasaan bahasa inggris dosen yang dirasa kurang fasih, dan fasilitas pembelajaran yang dirasa masih kurang oleh mahasiswa IUP.
Berdasarkan Laporan Hasil Aspirasi International Undergraduate Program yang telah Tim Laporan rangkum, poin utama permasalahan yang dihadapi mahasiswa IUP yaitu terkait International Office yang dirasa kurang informatif, responsif, dan transparan dalam menanggapi pertanyaan mahasiswa IUP terutama terkait pelaksanaan International Exposure, Study Abroad, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan dan kewajiban mahasiswa IUP. Poin kedua yang disorot yaitu terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dirasa merugikan mahasiswa IUP karena kurangnya kejelasan sikap dari International Office FEB. Poin selanjutnya yaitu tentang sistem perkuliahan yang belum memuaskan bagi mahasiswa IUP, tenaga pendidik yang dirasa kurang, serta sarana dan prasarana yang belum memuaskan.
Selanjutnya adalah paparan saran dari mahasiswa IUP untuk pihak fakultas FEB Undip yang diwakili oleh mahasiswa IUP yang kurang lebih memarkan saran mengenai perbaikan sistem dari International Office FEB, melakukan pembaruan rinci mengenai UKT mitra dan International Exposure, melakukan evaluasi sistem perkuliahan International Undergraduate Program FEB Undip secara berkala dan mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, edukatif, dan efektif saat melaksanakan perkuliahan serta melakukan perbaikan pada sarana prasarana yang ada di fakultas.
Selanjutnya yaitu sesi feedback oleh pihak mahasiswa dan fakultas. Suharnomo selaku Dekan FEB Undip menanggapi baik saran dari mahasiswa IUP. Suharnomo mengatakan bahwa akan segera melakukan rapat kerja khusus untuk membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP FEB. Ia juga mengatakan bahwa saat ini banyak fasilitas yang sudah berubah selama pandemi dan mengajak peran aktif dari mahasiswa IUP sendiri dalam mendukung program yang telah dijalankan fakultas. Selanjutnya, terdapat tanggapan dari Syatira, Meivia, dan Ciro selaku perwakilan mahasiswa IUP mengenai pernyataan dari Dekan tersebut. Syatira menekankan bahwa inti permasalahannya adalah ketidaktahuan dan tidak konsistennya penyampaian informasi dari pihak International Office bisa berdampak fatal bagi mahasiswa. Selain itu, Syatira juga mengatakan bahwa mahasiswa IUP tidak menuntut keistimewaan yang lebih, tapi menuntut pihak fakultas dan International Office untuk menjalankan kewajibannya.

