Kim Ji-Young: Born 1982 : Post-Partum dalam Bingkai Patriarki

Penulis: Shafina Wijanarko

Judul Film : Kim Ji-Young: Born 1982
Durasi : 118 menit
Pemain : Jung Yu-Mi, Gong Yoo, kim Mi-Kyung 
Sutradara : Kim Do-Young 
Produser : Park Ji-Young, Mo II-Young, Kwak Hee-Jin
Penulis : Young Ah Yoo, Jo Nam-Joo (Novel), Kim Do-Young (Adaptasi) 
Perusahaan produksi : Spring Wind Film Company

Jarang sekali kita melihat film-film yang mengangkat tema depresi postpartum. Film-film tentang kehidupan menjadi seorang ibu dan seorang wanita di dunia misoginis. Karena itulah, menonton Kim Ji-young: Born 1982 rasanya seperti diingatkan kembali bahwa walaupun sudah tahun 2022, kita masih hidup dalam kungkungan budaya patriarki. 

Kim Ji-Young: Born 1982 merupakan sebuah film saduran dari novel karya Cho Nam-Ju berjudul “82 Nyeonsaeng Gim Jiyeong”. Film ini dibintangi oleh berbagai actress papan atas Korea Selatan, seperti Jung Yu-Mi sebagai Ji-Young dan Gong Yoo sebagai Dae Hyun, suami Ji-Young. 

Film Kim Ji-Young: Born 1982 memiliki alur campuran atau maju-mundur. Secara garis besar, film ini menceritakan kehidupan Ji-Young dari masa ke masa serta setiap lika-liku yang harus ia hadapi di berbagai transisi kehidupan. Penggambaran momen-momen kehidupan Ji-Young tersebut secara sempurna mewakilkan apa yang dirasakan sebagian besar wanita di abad ke-21. 

Fenomena utama film Kim Ji-Young: Born 1982 adalah depresi postpartum yang dialami Ji-Young setelah melahirkan anak pertamanya. Untuk menggambarkan fenomena itu, muncul berbagai adegan praktik misoginis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh praktik misoginis tercermin dalam adegan ketika Ji-Young mengalami pelecehan seksual tetapi justru disalahkan oleh ayahnya karena tidak berpakaian sopan. Selain itu, ada pula adegan tidak terpuji rekan kerja laki-laki Ji-Young yang menyembunyikan kamera di dalam kamar kecil wanita tempat ia sempat bekerja. 

Film Kim Ji-Young: Born 1982 secara tidak langsung ingin menggambarkan bahwa kondisi kesehatan mental itu tidak terlihat, berbeda dengan kondisi kesehatan fisik. Melalui narasi cerita yang menghipnotis, penonton diajak mengkaji bagaimana Kim Ji-Young merasakan tekanan dari mata masyarakat untuk menjadi ibu yang penyayang, menantu yang selalu melayani, dan istri yang sempurna walaupun harus menorbankan mimpi-mimpinya.

Meski secara dominan menyinggung banyak isu diskriminasi berbasis gender, Kim Ji-Young: Born 1982 berhasil menjadikan alur cerita yang rumit seolah-olah sederhana. Film ini pun berhasil menyampaikan pesan utamanya, yaitu masyarakat harus lebih sadar akan dampak budaya patriarki terhadap kesehatan mental yang dialami sebagian besar wanita. Selain itu, sudah saatnya anggota masyarakat menjadi lebih baik dan lebih suportif terhadap sesama, baik wanita maupun pria. 

Selamat hari kesehatan jiwa international!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *