UKT Undip Tahun 2020 Naik?

Oleh: Erva dan Alam

sumber foto: um.undip.ac.id

Tepat hari Sabtu (2/5/2020) sebuah tagar terkait Universitas Diponegoro (Undip) ramai dibicarakan oleh warganet di media sosial Twitter dan Instagram. Usut punya usut ternyata tagar tersebut dibuat sebagai bentuk protes mahasiswa Undip karena adanya Surat Keputusan Rektor yang menaikkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2020. Penetapan besaran UKT dan SPI program Sarjana/Diploma tahun 2020 diatur pada SK Rektor No 149/UN7.P/HK/2020. SK Rektor ini tertanggal 26 Februari 2020 dan diunggah oleh Undip pada laman resmi Undip yaitu https://um.undip.ac.id pada tanggal 7 April 2020. Pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip lalu mengeluarkan rincian kronologis pengawalan permasalahan ini.

Timbulnya Tuntutan Penolakan Kenaikan UKT

Pada 21 April 2020, aliansi BEM se-Undip dan MWA Undip UM mengunggah sebuah postingan mengenai tuntutan penolakan kenaikan UKT mahasiswa baru tahun 2020. Postingan tersebut berisi alasan mengenai kenaikan UKT mahasiswa baru 2020 serta beberapa poin tuntutan penolakan kenaikan UKT tersebut. Tuntutan tersebut terdiri antara lain menghimbau Undip untuk membuat dokumen yang berisikan mengapa Undip menaikkan UKT-nya, mencantumkan besaran biaya kuliah tunggal dalam penentuan besaran UKT, memberikan transparansi pengelolaan pendanaan Undip, meninjau ulang kesesuaian pasal 4 ayat 1 Peraturan Rektor No. 10 Tahun 2016 dengan SK Rektor terbaru mengenai penggolongan UKT, menunda dan meninjau kembali kenaikan UKT bagi mahasiswa baru di tengah kondisi Indonesia saat ini, merekomendasikan kepada MWA untuk mencabut SK Rektor (tentang penggolongan UKT) karena muatannya yang tidak sesuai dengan Peraturan Rektor No. 10 tahun 2016.

Selanjutnya, tanggal 23 April dilaksanakan audiensi bersama rektor dan jajarannya, 11 dekan fakultas dan 1 sekolah, ketua BEM se-Undip tahun 2020 dan MWA Undip UM tahun 2020. BEM Undip juga telah mengunggah hasil audiensi bersama rektorat tersebut. Pembahasan mengenai rumusan tuntutan atas respon dari hasil audiensi tersebut juga telah dilakukan pada Forum Kesejahteraan Mahasiswa. Lalu pada 2 Mei 2020, tepat pada saat perayaan Hari Pendidikan Nasional, terjadi aksi tolak kenaikan UKT yang dilakukan secara online. Aksi tersebut dilakukan di media sosial Twitter dan Instagram dengan menggunakan tagar UndipKokJahatSih.

Respon Undip terhadap Aksi Penolakan

Aksi penolakan yang dilakukan secara online tersebut lalu mendapat respon dari pihak Undip. Seperti yang tertera pada laman detiknews, Kasubag Humas Undip, Utami Setyowati, menyampaikan, “UKT untuk mahasiswa baru tahun 2020 telah dibahas tahun 2019 bersama dengan BEM Fakultas masing-masing dan diputus pada bulan Februari 2020 sebelum terjadinya wabah COVID-19 di Indonesia.”

Namun, dilansir dari postingan BEM Undip, BEM Undip mengatakan bahwa benar adanya jika BEM Fakultas melakukan pembahasan secara internal dengan masing-masing pihak Fakultas terkait pembahasan mengenai kenaikan UKT mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021, tetapi perlu ditekankan kembali bahwasanya pihak Dekanat melakukan pembahasan kenaikan UKT hanya sekadar sosialisasi saja, tidak ada kata menyepakati/disepakati, dan tidak ada kajian komprehensif.

Sumber:
BEM Undip
detiknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *