Sengketa Pemira Undip : Pengaduan dan Multitafsir

Sidang Pembacaan Putusan Perkara

Reporter: Aji, Salma, Alfi, Luthfia

Universitas Diponegoro (29/11) – Bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Teknik (FT) telah berlangsung acara Sidang Pemeriksaan Perkara oleh Tim Yudisial (TY) Pemilihan Umum Raya Universitas Diponegoro (PEMIRA Undip). Dalam acara pemeriksaan perkara ini TY Pemira Undip 2019 turut mengundang Sastiansyah Rizki Akbar, mahasiswa Manajemen angkatan 2017 sebagai pihak pelapor, panitia pemilih (Panlih) Pemira Undip 2019 sebagai pihak terlapor, Komisi 4 Senat Mahasiswa (SM) Undip sebagai pihak terkait dan panitia pengawas (Panwas) Pemira Undip 2019 sebagai pihak terkait.

Laporan Pengaduan Terkait Penetapan Hasil Pemira

Acara Sidang Pemeriksaan Perkara merupakan kelanjutan pengaduan terhadap Panlih Pemira Undip 2019 oleh Sastiansyah perihal total suara hasil pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2020 pada 23 November 2019. Dengan isi gugatan yang berkaitan dengan pasal 50 ayat 1 pada Peraturan Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro Nomor 04 Tentang Pemilihan Umum Raya Universitas Diponegoro, yang mengenai penetapan hasil pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip dapat dilaksanakan apabila calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip dipilih minimal 20% dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Panlih Pemira Undip 2019 pada tanggal 20 November 2019, dengan hasil pasangan calon nomor satu yakni Adhitya Kharisma dan Fahmi mendapat suara sebanyak 7.587 suara dan pasangan calon nomor dua , R. Hilmy dan Rochmah R. mendapatkan 7.974 suara. Walaupun pasangan calon nomor urut dua mendapatkan suara tertinggi, dengan tidak tercapainya suara minimal 20% dari DPT sehingga kemenangan ini dirasa patut untuk dipertimbangka kembali oleh pihak terlapor.

Keterlambatan Fakultas Menjadi Penyebab Tidak Dipublikasikan Jumlah DPT

Kendati pemira dilaksanakan pada tanggal 19 November 2019, namun hingga hari pemilihan berlangsung masih belum ada publikasi terkait dengan jumlah DPT oleh pihak Panlih Pemira Undip 2019. Pihak Panlih berdalih bahwa hal tersebut dikarenakan adanya keterlambatan penyerahan total DPT dari Sekolah Vokasi (SV) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Pihak Panlih menjelaskan bahwa seharusnya jumlah DPT harus diserahkan pada tanggal 9 November 2019 namun hingga 27 November 2019 masih ada perbaikan, sehingga jumlah DPT yang pasti baru bisa terkumpul pada 27 November 2019.

Mengacu pada aturan Senat Mahasiswa (SM) Undip, ketidaksesuaian jumlah DPT yang dihimpun kedua belah pihak menyebabkan adanya hasil yang berbeda untuk penentuan hasil. Data mahasiswa aktif yang dihimpun oleh pelapor per 20 November 2019 dengan bersumber dari Biro Administrasi Akademik Universitas Diponegoro yaitu berjumlah 49.138 mahasiswwa, data ini memiliki selisih yang cukup jauh dengan data yang dimiliki oleh panlih yang dihimpun per 27 November 2019 yaitu 40.904 mahasiswa dengan bersumber data Biro Akademik dari setiap fakultas. Selisih ini dikarenakan adanya jadwal yudisium dan jadwal pemira berdekatan sehingga selisih ini merupakan jumlah mahasiswa yang melakukan yudisium pada waktu tersebut.

Multitafsir terhadap Pasal 50 Ayat 1

Sebagai pihak pelapor setelah melakukan konsultasi dengan pihak Ahli Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Diponegoro yaitu Amiek Soemarmi dan Unting Sri Hardjanto memberikan tafsiran, pertama tidak dikenal adanya calon pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip, tidak berpasangan tetapi bersifat perorangan. Kedua, mengenai jumlah peserta pemilih, jumlah pemilih harus minimal 20% dari DPT, dan hasil pemilihan suara diperoleh calon Ketua dan Wakil Ketua harus berjumlah minimal 20% dari DPT. Dari tafsiran ini, bila dihitung menggunakan data yang dimiliki maka hasil suara yang diperoleh oleh calon Ketua dan Wakil Ketua dengan DPT 49.138 adalah minimal sebanyak 9.827 suara. Sementara pada kenyataannya, pasangan calon terpilih hanya memperoleh 7.974 suara.

Berbeda dengan tafsiran pihak pelapor, SM Undip menafsirkan dan berdasarkan pada pengalaman sebelumnya memiliki tafsiran bahwa hasil pemilihan suara yang diperoleh calon Ketua dan Wakil Ketua BEM merupakan hasil akumulasi yang harus berjumlah minilam 20% DPT. Maka dari tafsiran ini, bila dihitung calon terpilih Ketua dan Wakil Ketua dengan DPT 40.904 adalah harus merupakan hasil akumulasi dengan jumlah minimal 8.180 suara. Maka bila disimpulkan bahwa calon terpilih sudah memenuhi syarat dengan jumlah akumulasi suara 15.961.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *