NGOPI AROMA GANJA: Diskusi Legalisasi Ganja dengan Ahli dari Berbagai Bidang

Suasana Acara NGOPI AROMA GANJA

Undip (31/08) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Napza Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan acara “NGOPI AROMA GANJA (Ngobrol Pintar Argumen Mahasiswa Akibat Gundah Gulana Legalisasi Ganja)”. Acara ini mengangkat tema “Pesona Mariyuana Pengusik Kedamaian Negara”. Acara yang diselenggarakan merupakan acara diskusi yang membahas mengenai pro kontra legalisasi ganja di Indonesia yang perlahan mulai memudar akan tetapi masih menjadi topik hangat di masyarakat.

Bertempat di Ruang Teater Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Undip, acara ini menghadirkan empat narasumber yang ahli pada bidang kenarkobaan, hukum, kesehatan serta Lingkar Ganja Nusantara. Narasumber tersebut adalah Susanto (Kepala Bidang Pemberantasan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Tengah), Leony Sondang Suryani (Juara Lomba Debat Konstitusi Nasional tahun 2018), Saebani (Dosen Toksikologi Forensik Undip), dan Yohan Misero (Komunitas Lingkar Ganja Nusantara – LGN). Diskusi ini dipandu oleh Muhammad Khairunaim dengan dihadiri kurang lebih 80 peserta yang berasal dari berbagai kalangan baik dari mahasiswa masyarakat umum serta organisasi-organisasi sosial di daerah Semarang dan bahkan dari mahasiswa luar kota.

Pada sesi pertama ini setiap pembicara memaparkan pandangan mereka mengenai tema yang diangkat dalam acara berdasarkan bidang masing-masing. Moderator memantik jalannya sesi pertama ini dengan meminta penjelasan pada bidang kesehatan. Kemudian moderator melempar pertanyaan mengenai pandangan terhadap isu kepada LGN. “Charlotte Fiqi seorang anak yang menderita sindrom yang penyembuhannya menggunakan tanaman ganja yang diprosuksi menjadi obat bernama Charlotte Swap. Dalam pelarangan tanaman ganja, dalam peredarannya maka orang akan tetap melakukan penyalahgunaan dengan menggunakan ganja sintetis yang jauh lebih berbahaya,” terang Yohan. “Dan penggunaan ganja disini dilihat dalam medis yang di Indonesia sendiri tidak diperbolehkan sedangkan dalam masyarakat ada penyakit yang memang disembuhkan dengan penggunaan tanaman ganja. Di Thailand dan Korea Selatan sudah dilegalkan tanaman ganja namun dengan administrasi dimana masyarakat menggunakan tanaman ganja lewat pemerintah yang mengatur. Negara bagian AS yang menggunakan ganja lebih sedikit dalam overdosis dalam penggunaan opioid dibandingkan negara yang melarang penggunaan ganja dikarenakan penggunaan ganja dan opioid bersamaan membuat kecenderungan overdosis opioid berkurang. Ganja medis sudah ada dipatenkan oleh suatu perusahaan farmasi yang digunakan untuk pasien epilepsi yang mungkin di Indonesia dapat dilaksanakan dalam tahun yang akan datang,” lanjut Yohan Misero.

Foto Bersama Panitia dan Pembicara

BNN sebagai pencegah penyalahgunaan narkoba juga memberikan pandangannya mengenai tema yang diangkat dalam acara ini. “Legalisasi ganja, dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 dimana terjaminnya persediaan narkotika untuk medis dan melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan zat narkotika. Legalisasi ganja dalam UU dimana memasukkan ganja dalam zat narkotika gol 1 yang termasuk kecanduaan golongan tinggi dimana siapapun yang melakukan penyalahgunaan akan di atur sesuai dengan UU pasal 127 dan rehab pasal 54 dan menentukan bentuk rehab dalam pasal 103,” terang Susanto. Menurut Susanto, Ganja di Indonesia penggunaannya terbesar dari negara lain. Di Indonesia, ganja dapat digunakan secara tepat guna dalam dunia kesehatan akan tetapi harus dibuktikan dengan penelitian. Di sesi kedua merupakan sesi diskusi, acara ini memiliki konsep diskusi dua arah yang dalam hal ini peserta juga dilibatkan untuk memberikan argumennya. Tujuannya agar para peserta yang hadir semakin bertambah wawasannya dengan berdiskusi dengan pakar. Sesi selanjutnya merupakan sesi tanya jawab, bagi peserta yang ingin menggali lebih dalam terhadap tema yang diangkat dalam acara ini menanyakan langsung dengan pembicara. Acara ditutup dengan closing statement dari masing-masing pembicara.

Notulensi diskusi dan materi dapat diunduh pada bit.ly/Notulendanmateringopiaromaganja2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *