Live In Kesmes 2019: Aksi Nyata, Kerja Kita, untuk Indonesia

Reporter: Yunita, Dewima

Kesmes Melakukan Acara Live In di Dusun Batur Kidul, Semarang

Semarang – Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (Kesmes) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan kegiatan Live In dengan tema “Ekonomi Pertanian” di Dusun Batur Kidul, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada tanggal 23–25 Agustus 2019. Kegiatan ini merupakan program kerja dari Kesmes yang diadakan setiap tahunnya di tempat yang telah disurvei sebelumnya.

Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang merupakan salah satu desa yang terletak di kaki Gunung Merbabu. Desa tersebut adalah desa cukup terpelosok namun memiliki potensi yang cukup tinggi di sektor pertanian. Setelah survei di berbagai tempat, akhirnya terpilihlah desa tersebut sebagai tempat untuk diadakannya Live In.

Live In merupakan bentuk kegiatan sosial yang mana para pesertanya dapat berinteraksi sosial secara langsung dan merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di tempat mereka tinggal untuk sementara tersebut. Live In Kesmes 2019 tersebut diadakan untuk menunjukkan kepada para mahasiswa bagaimana kehidupan di desa karena apa yang dipelajari di dunia perkuliahan belum tentu selaras dengan apa yang terjadi di desa. Adapun tujuannya adalah untuk saling berbagi ilmu, baik dari apa yang dipelajari di kampus yang mungkin bisa diterapkan di desa tersebut maupun sebaliknya.

Selama tiga hari dua malam, para peserta Live In yang terdiri dari panitia, anggota Kesmes, dan volunteer menginap di rumah–rumah warga Dusun Batur Kidul. Mereka melaksanakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk warga dusun, baik yang diisi oleh para peserta maupun dari partner yang didatangkan oleh panitia.

Hari pertama kegiatan dibuka dengan upacara pembukaan dilanjutkan mendatangi rumah warga yang telah dibagi untuk tiap kelompok. Para warga menyambut mereka dengan hangat dan ramah sehingga tidak membuat para peserta canggung. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian pelatihan kepada Kelompok Tani Ngudi Lestari dan Kelompok Tani Hijau Daun serta para peserta tentang pembuatan pupuk cair dengan memanfaatkan limbah sayur. Materi tersebut diisi oleh Bina Mitra.id yang kebetulan juga merupakan mahasiswa Undip. Malam harinya, diadakan kegiatan doa bersama dan acara Jagong Asik yang merupakan acara sharing atau berbincang hangat dengan warga dusun setempat.

Peserta Live In Kesmes Mengajar di Madrasah Ibtidaiyah

Hari kedua, para peserta Live In melakukan kegiatan mengajar di Madrasah Ibtidaiyah dan cek kesehatan warga dusun. Antusiasme para siswa sangat terlihat jelas saat para peserta Live In menggantikan guru mereka untuk mengajar. Dari kegiatan mengajar tersebut, diharapkan para siswa termotivasi untuk mengejar cita–cita mereka sehingga tidak putus sekolah.  Sementara itu, kegiatan cek kesehatan gratis diadakan oleh panitia yang bekerja sama dengan social volunteer dari Fakultas Kedokteran Undip juga diikuti warga setempat dengan antusiasme tinggi. Acara dilanjutkan dengan perlombaan ala tujuh belasan disiang hari dan pensi dengan warga setempat di malam harinya.

Di hari terakhir, peserta berkeliling di ladang untuk belajar bagaimana berladang dari petani langsung dan dilanjutkan dengan membersihkan lingkungan dusun. Upacara penutupan dilaksanakan di sore hari sekaligus sebagai tanda acara telah berakhir.

Kegiatan Live In tersebut memberikan banyak pelajaran bagi para peserta maupun para warga. Nuansa kekeluargaan antar warga yang sangat kental di dusun sangatlah jarang ditemukan di kehidupan saat ini, khususnya di daerah perkotaan. Gotong royong dan guyub rukun serta kesederhanaan dan keramahan mereka memberikan pengalaman baru yang sangat berarti. Begitu pula bagi warga desa, yang mana pelatihan dan kegiatan dari panitia tentu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi mereka.

Dari adanya kegiatan tersebut, diharapkan kedepannya dusun tersebut semakin maju baik sektor pertanian, ekonomi maupun pendidikannya. Begitu pula bagi para volunteer dan peserta lainnya agar bisa mengambil pelajaran setelah mengikuti acara tersebut serta tetap menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan para warga setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *