Lestarikan Lingkungan, Sayangi Kehidupan

Oleh: Amadea Arum

Manusia perlu memahami bahwa lingkungan memiliki berbagai peran penting bagi makhluk hidup. Lingkungan berperan sebagai tempat tinggal, tempat untuk mencari makan, hingga tempat untuk berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Tidak hanya sebatas memahami peran yang dimiliki oleh lingkungan, manusia juga perlu memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Manusia harus memahami bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang ada.

Saat ini, dunia sedang dihadapkan dengan berbagai permasalahan lingkungan yang memerlukan perhatian khusus. Permasalahan-permasalahan lingkungan yang timbul sudah cukup mengkhawatirkan. Dilansir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terdapat rekor suhu terpanas dalam empat tahun terakhir, yakni tahun 2015-2019. Pemanasan global ini dapat menjadi lebih buruk jika emisi gas rumah kaca semakin bertambah. Kondisi iklim yang lama kelamaan dapat menjadi semakin buruk ini bisa mengancam kelangsungan hidup semua makhluk hidup.

Air, sebagai komponen lingkungan lainnya, juga turut mengalami pencemaran. Pencemaran yang terjadi pada air sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah rumah tangga, limbah pabrik yang tidak diolah terlebih dahulu, serta sampah yang sulit terurai ke dalam sungai dan dapat berujung pada laut. Jika pencemaran air semakin bertambah parah, maka seiring berjalannya waktu akan terjadi krisis air bersih. Selain krisis air bersih, kehidupan makhluk hidup akan terancam. Ekosistem sungai dan laut akan terganggu akibat zat berbahaya dan sampah yang mencemarinya. Hewan dan tumbuhan di dalamnya juga bisa mengalami kepunahan.

Permasalahan-permasalahan lingkungan ini harus diatasi dengan serius. Di sini manusia sangat berperan penting untuk memperbaiki alam. Manusia perlu menyadari bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam mengubah lingkungan alam menjadi lebih baik, bukan hanya para pemimimpin negara ataupun para pemilik industri saja. Setidaknya, hal utama yang dapat dilakukan oleh setiap individu adalah menjaga lingkungan dan tidak memperburuk kondisi yang telah ada. Upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan memulai hal yang sederhana, yakni hal-hal umum yang biasa dilakukan setiap hari oleh para individu.

Lalu, bagaimana cara sederhana untuk menjaga lingkungan? Pertama, kita bisa berupaya untuk mengurangi limbah rumah tangga. Salah satu limbah rumah tangga yang dapat memperburuk pencemaran air adalah limbah sabun deterjen. Untuk mengurangi dampak negatif dari limbah tersebut, kita dapat menggunakan detergen yang lebih ramah lingkungan atau biasa dikenal dengan istilah biodegradable detergent. Untuk mengurangi limbah rumah tangga juga kita bisa mencoba untuk mengganti penggunaan barang-barang berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini sudah terdapat berbagai tas kain pengganti kantong kresek untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kebiasaan untuk menggunakan gelas dan sedotan plastik juga dapat diubah dengan mulai memakai botol minum dan sedotan reusable.

Kedua, untuk menghindari peningkatan pemanasan global kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Pemakaian lemari pendingin dan Air Conditioner dapat menghasilkan chlorofluorocarbon (CFC). Gas ini dapat berakibat pada menipisnya lapisan ozon. Kita bisa mengurangi pemakaian alat-alat tersebut guna mengurangi gas rumah kaca. Selain itu, menurut National Geographic Indonesia, penggunaan kendaraan pribadi juga dapat menimbulkan gas rumah kaca seperti karbon monooksida, karbon dioksida, dan beberapa senyawa lainnya. Oleh karenanya, kita dapat berupaya untuk mengurangi emisi tersebut dengan cara beralih dari penggunaan kendaraan pribadi menjadi kendaraan publik.

Ketiga, jika terdapat sampah plastik bekas, kita bisa belajar untuk melakukan daur ulang sampah tersebut. Sampah plastik bekas dapat diubah menjadi berbagai barang yang berguna serta bisa disulap menjadi hiasan. Tidak hanya berupaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, dengan melakukan daur ulang sampah plastik, kita juga dapat melatih serta meningkatkan kreativitas kita.

Pencemaran lingkungan tidak dapat diatasi jika kita tidak memulai perubahan dari diri kita sendiri. Kita perlu mengingat bahwa saat ini bumi membutuhkan peran yang nyata dari diri kita dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. Kelestarian lingkungan tak hanya berdampak positif pada manusia, melainkan juga seluruh ekosistem yang ada di lingkungan. Kelestarian lingkungan tidak hanya demi kebaikan generasi masa kini, melainkan juga kebaikan generasi masa mendatang. Mari lestarikan lingkungan kita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *