Kuliah Umum Bersama DJP: Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Membayar Pajak

Oleh: Rio dan Seli

FEB Undip (12/03) – Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan Lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), telah dilaksanakan Kuliah Umum dan Pelantikan Pengurus Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (ATPETSI) Jawa Tengah 1. Acara ini menghadirkan Suryo Utomo selaku Direktur Jenderal Pajak untuk memberikan materi kuliah umum dengan tema “Facing Disruption in Digital Era”. Acara yang dimoderatori oleh Darussalam ini dimulai pada pukul 10.05 WIB. Acara ini dibuka oleh Suharnomo selaku Dekan FEB Undip. Selanjutnya, para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip. Materi kuliah umum yang disampaikan oleh Suryo Utomo ini berjudul “Membangun Kultur Kepatuhan Pajak melalui Skema Edukasi Perpajakan di Era Disrupsi Digital”.

Di awal kuliah umum, Suryo Utomo menjelaskan betapa pentingnya peran pajak dalam menyokong penerimaan negara. Sehingga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lebih fokus untuk melakukan edukasi sadar pajak kepada msyarakat. Ini dikarenakan lebih dari 70% penerimaan negara itu berasal dari pajak. Lalu, hasil pajak sendiri akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, bantuan dana sosial, dan lain-lain.

Dalam sepuluh tahun belakangan ini, penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi tidak sejalan. Beliau menampilkan data statistik grafik yang tidak simetris dan cenderung datar mengenai perkembangan penerimaan pajak dan tax rasio. Setelah ditelusuri ternyata ada jarak yang besar antara jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta tetapi yang memiliki NPWP baru sekitar 42 juta. Dan dari jumlah tersebut, hanya 18 juta yang perlu lapor SPT mereka. Sehingga DJP berusaha untuk mengedukasi masyarakat terutama yang sudah memiliki pekerjaan untuk segera membuat NPWP dan membayar pajak.

Selain itu, banyak juga faktor penyebab tidak melakukan pembayaran pajak seperti kegiatan ekonomi di sektor non formal contohnya warung tegal (warteg) tidak masuk atau register dalam sistem pajak sehingga tidak ada pendapatan pajak dari warteg tadi. Ada juga e-commerce dimana hasil dari kegiatan jual belinya susah untuk dicatat pajaknya.

Di akhir pemaparan, ia mengatakan untuk melakukan edukasi bagi masyarakat agar sadar akan pentingnya membayar pajak tidak dapat dilakukan hanya oleh DJP saja. Sehingga dia meminta mahasiswa untuk ikut berperan mengedukasi sadar membayar pajak pada keluarga, teman, dan tetangga. Karena dari edukasi inilah akan berlanjut ke orang lain. Ini berhubungan dengan Tax Morale dimana jika ingin masyarakat bisa sadar membayar pajak maka perlu diberi cerita-cerita tentang pajak. Bahkan ia ingin materi tentang edukasi pajak ini bisa dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah. “Pajak tidak harus ditakuti, pajak tidak harus dihindari, karena pajak adalah keniscayaan,” ujarnya di sela-sela pemberian materi.

Acara ini berjalan dengan lancar meskipun bisa dikatakan dimulai agak mundur sekitar lima menit. Di kuliah umum kali ini, mahasiswa terlihat antusias dibuktikan dengan sesi tanya jawab yang ramai oleh para penanya. Setelah acara kuliah umum ini selesai, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus ATPETSI Jawa Tengah 1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *