KKN Tematik Undip Kembangkan Ekonomi Kreatif di Desa Gemawang Kabupaten Semarang

Tim KKN Tematik Undip Desa Gemawang Bersama Dosen Pembimbing Lapangan

Gemawang (19/8) – Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen dan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini memiliki tema dan tujuan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif yang ada di desa tersebut. Desa Gemawang telah dikenal sebagai desa vokasi dan memiliki UKM yang memproduksi batik, aksesoris berbahan kain, mainan edukatif, serta olahan kuliner.


Rangkaian kegiatan KKN Tematik tersebut dilaksanakan pada pertengahan Juli 2019 hingga akhir Agustus 2019. Rangkaian kegiatan KKN Tematik Undip yang dilaksanakan dipimpin oleh koordinator dosen pembimbing lapangan Ana Irhandayaningsih dan mendapat dukungan pendanaan dari Kemenristek Dikti. Pada acara pelepasan, Ana berpesan kepada mahasiswa Tim KKN Tematik Undip untuk menerapkan inovasi yang tepat guna bagi pelaku ekonomi kreatif di Desa Gemawang. Tim KKN Tematik Undip yang diterjunkan tersebut terdiri dari tiga puluh mahasiswa dari lima fakultas, yang diketuai oleh Reyhan Fadhil dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Mhasiswa KKN Tematik Undip dengan Masyarakat Peserta Pelatihan


Tim KKN Tematik Undip antara lain memiliki program kerja berupa penerapan alat canting listrik dan alat pengeringan pewarna alami. Alat canting listrik yang diterapkan memiliki chip prosesor di dalamnya sehingga menghasilkan suhu yang optimal untuk proses nyanthing. Salah satu pengrajin batik yaitu Fauzi yang ikut dalam sosialiiasasi dan pelatihan, mengungkapkan bahwa proses nyanthing batik menjadi lebih cepat jika dilakukan dengan alat ini. Sementara di lokasi UKM Batik Laweng Ageng milik Fauziah, tim KKN Tematik Undip menerapkan alat pengering kulit kayu mahoni. Kayu mahoni merupakan bahan utama pewarna kain Batik Laweng Ageng. Fauziah merasa sangat terbantu dengan penerapan alat ini, terutama dalam menjalankan produksi pewarna alami saat musim hujan.


Tim KKN Undip juga melakukan kegiatan yang bersifat penguatan manajemen. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pemasaran online, pembukuan usaha, perkreditan, dan pendampingan legalisasi usaha. Terdapat enam UKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Para pelaku usaha merasa sangat terbantu karena mampu memasuki pasar online dengan persiapan yang baik. Pengrajin dan pemilik UKM juga merasa terbantu dengan ilmu pembukuan usaha dan fasilitasi pendaftaran merek dan izin usaha yang diperoleh selama pelatihan.


Pada aspek pengolahan limbah, Tim KKN Undip juga memperkenalkan teknologi untuk mengolah limbah batik. Melalui tambahan alat elektrik ini, polutan yang terlarut pada limbah pewarnaan batik dapat digumpalkan dan tidak ikut terbuang ke saluran air. Peralatan ini telah diujicobakan di kolam penampungan limbah di UKM Batik Gemawang.

Pengenalan Teknologi untuk Mengolah Limbah kepada Pengrajin Batik

Pada acara pelepasan, Kepala Desa Gemawang, Mahmudi memberi apresiasi kepada tim KKN Tematik Undip terutama sumbangsihnya terkait pengetahuan dan peralatan yang dapat menunjang ekonomi kreatif di Desa Gemawang. Mahmudi semakin optimis produktivitas pelaku ekonomi kreatif di Desa Gemawang dapat meningkat dan menghasilkan produk yang unggul dalam persaingan usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *