Ecobrick: Solusi yang Diberikan Mahasiswa KKN Undip untuk Mengatasi Permasalan Sampah di Desa Barang

Mahasiswa KKN Undip Memberikan Pelatihan Membuat Ecobrick di Desa Barang, Temanganggung

Temanggung – Desa Barang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Jumo yang sudah memiliki bank sampah. Meski demikian, permasalahan yang sering terjadi di bank sampah pada Desa Barang adalah dalam pengelolaan sampah plastik. Sampah yang terbuat dari plastik menimbulkan permasalah yang serius di Indonesia, sehingga muncul berbagai macam cara alternatif untuk mengelola sampah plastik. Salah satu pengelolaan sampah plastik yang dijadikan pelatihan oleh Tim II KKN Undip di Desa Barang adalah ecobrick. Ecobrick merupakan material ramah lingkungan pengganti batu bata. Satu ecobrick yang dibuat dengan botol plastik bekas 1500 ml harus mencapai berat 500 gram. Dengan memanfaatkan sampah menjadi ecobrick, limbah plastik akan menghasilkan sesuatu yang lebih aplikatif dan berguna. Ecobrick yang dibuat dapat dibentuk menjadi modul yang dapat dijadikan berbagai bentuk seperti meja, kursi, tempat sampah, dan lain-lain.

Pada tanggal 6 Agustus 2019, Tim II KKN Undip dari Jurusan Administrasi Bisnis melakukan pelatihan pembuatan ecobrick di posko KKN yang terletak di Dusun Barang Wetan, Desa Barang. Pelatihan ini dihadiri oleh 14 orang yang terdiri dari Karang Taruna Dusun Barang Wetan, serta para kelompok pengelola sampah Desa Barang. Pelatihan diawali dengan presentasi materi, menonton video bahaya sampah plastik bagi lingkungan, dan praktik yang dilakukan langsung oleh seluruh warga desa yang hadir. Praktik pembuatan ecobrick ini dimulai dengan menggunting sampah plastik yang sebelumnya di cuci terlebih dahulu hingga bersih, kemudian memasukan sampah plastik ke botol dengan bambu yang runcing dengan teknik-teknik tertentu. 

Pelatihan mengenai ecobrick menjadi suatu hal yang baru bagi warga Desa Barang. Hal ini dikarenakan ecobrick bisa digunakan sebagai material ramah lingkungan pengganti batu bata yang kuat, awet, dan tahan air. Selain itu, setiap rumah warga yang ada di Desa Barang masih jarang yang memiliki tempat sampah, sehingga ecobrick bisa dijadikan material pembuat tempat sampah, bahkan bisa digunakan sebagai bahan dasar membuat rumah. Ecobrick juga dapat menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah plastik untuk bank sampah Desa Barang sekaligus mengajarkan kepada masyarakat desa untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *