Diskusi Santai: Menilik Kerekatan RUU KPK Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Reporter: Yusuf, Aan

Suasana Diskusi Santai yang Diadakan oleh HMD IESP

FEB (29/10) – Bertempat di Selasar Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FEB Undip telah dilaksanakan kegiatan diskusi santai yang diselenggarakan oleh Bidang Keilmuan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) IESP FEB Undip. Diskusi tersebut diperuntukan kepada seluruh mahasiswa FEB utamanya jurusan IESP dengan mengangkat isu “Polemik RUU KPK: Bagaimana Keterkaitanya dengan Pertumbuhan Ekonomi” sebagai topik dalam diskusi tersebut.

Mengorek Isu Terkini sebagai Topik

Diskusi santai merupakan wadah yang diberikan oleh Bidang Keilmuan HMD IESP untuk mengajak seluruh mahasiswa IESP pada khususnya dan FEB pada ummumnya untuk berdiskusi tentang isu ekonomi terkini. Dari isu-isu tersebut dilakukan analisis terkait dampaknya terhadap perekonomian. Dalam diskusi santai tersebut peserta yang hadir dibagi menjadi dua kubu, yaitu ada yang pro bahwasannya terdapat korelasi antara Rancangan Undang-Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pertumbuhan ekonomi dan ada pula yang kontra dengan hal tersebut.

Menyorot RUU KPK dari Sudut Pandang Ekonomi

Hadir sebagai pemantik jalanya diskusi yaitu Fadel Nugraha, mahasiswa jurusan IESP angkatan 2017. Membuka jalanya diskusi dengan memaparkan terkait bagaimana kinerja KPK selama ini dan mengapa isu tersebut patut dikaitkan dengan perekonomian. “Sejak KPK didirikan tahun 2004 hingga 2018 jumlah penindakan kasus korupsi di Indonesia cukup meningkat dari tahun ke tahun. Namum, untuk tahun ini jumlah penindakannya menurun signifikan,” ungkap Fadel. Menurutnya jumlah penyelidikan, penyidikan, penuntutan, inkrah (berkekuatan hukum tetap), dan eksekusi mengalami penurunan sebanyak 38,2 persen dari 123 kasus di 2017 menjadi 76 kasus di 2018. Selanjutnya, pemantik memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan argumen terkait hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut kubu yang pro, korupsi tidak selalu berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi karena korupsi justru mempengaruhi pertumbuhan secara tidak langsung dengan intermediasi economic freedom. Negara-negara dengan economic freedom yang rendah maka korupsi menurunkan pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya jika economic freedom tinggi maka korupsi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kubu ini juga mendukung terkait RUU KPK, bukan kerena mereka mendukung korupsi tetapi menurut mereka KPK bukanlah lembaga suci yang selalu benar. KPK juga harus diperlakukan layaknya lembaga pemerintah lain supaya pelaksanaan tugas bisa lebih jelas. Oleh karena itu, KPK juga perlu diawasi dan diatur kinerjanya.

Kubu kontra menyatakan bahwa korupsi berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi dan merusak investasi yang ada. Artinya jika korupsi itu tinggi maka investasi terhadap domestik mengalami penurunan sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami penurunan. Menurut kubu ini, RUU KPK akan berdampak pada daya tarik seorang investor yang ingin berinvestasi di Indonesia sehingga mereka merasa ragu untuk berinvestasi. Hal tersebut disebabkan karena para investor sulit untuk merealisasikan investasinya, oleh karena itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menambah Khazanah Keilmuan dengan Berdiskusi

Output yang diharapkan dari diskusi ini adalah supaya mahasiwa FEB pada umumnya dan mahasiswa IESP khususnya mendapatkan pengetahuan dan wawasan terkait isu-isu terkini dan bagaimana kaitannya dengan perekonomian. Selain itu, dengan adanya diskusi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk dapat menyalurkan pendapat dan melatih diri untuk lebih kritis dalam berargumen. Untuk membuat diskusi lebih terarah maka dari panitia menghadirkan pemantik yang memang berkompeten terhadap isu atau materi tersebut sehingga diskusi menjadi lebih terarah dan ada ilmu yang dapat diambil oleh peserta.  “Diskusi ini dilakukan untuk melatih daya berfikir kritis mahasiswa IESP tentang isu-isu perekonomian terkini,” ujar Rinanda, Kepala Bidang keilmuan HMD IESP. Dalam diskusi tersebut dari pihak panitia melakukan notulensi, sehingga setelah acara selesai notulensi tersebut dapat dipublikasikan dalam bentuk infografis supaya lebih menarik dan dapat dibaca oleh mahasiswa FEB yang tidak hadir pada diskusi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *