Optimalisasi UMKM dan Diversifikasi Produk Pengolahan Kopi oleh Mahasiswa KKN Undip: Body Scrub dan Lilin Aromaterapi

Mahasiswa KKN Undip bersama peserta pelatihan pembuatan inovasi produk olahan kopi

TEMANGGUNG – Telah dilaksanakan kegiatan program multidisiplin yang dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung di Desa Krempong, Kecamatan Gemawang pada Selasa (30/7).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kelompok Tani Desa Krempong yang berjumlah sembilan orang. Kegiatan ini membahas mengenai pengelolaan produk kopi yang merupakan potensi unggulan dari Desa Krempong. Mahasiswa KKN Desa Krempong memperkenalkan inovasi olahan kopi yaitu membuat body scrub dan lilin aromaterapi dengan bahan dasar bubuk kopi. Adanya inovasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memaksimalkan hasil dari kopi yang ada dan meningkatkan nilai jual sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tidak hanya membahas mengenai inovasi dari produk kopi, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga memberikan pelatihan cara membuat body scrub dan lilin aromaterapi kepada Kelompok Tani Desa Krempong.

Tidak berhenti pada pengenalan dan pelatihan inovasi produk kopi saja, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga mengadakan pelatihan wirausaha dan pemasaran dengan tujuan mengoptimalkan hasil penjualan sehingga dapat memasarkan hasil olahan kopi secara luas.

Masyarakat Desa Ngadirejo Antusias Mengikuti Pelatihan Pembuatan Ecobrick dari Mahasiswa KKN Undip

Pemaparan materi pembuatan ecobrick oleh Mahasiswa KKN Undip

Batang (31/07) – Telah berlangsung kegiatan multidisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019 di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Ngadirejo, Koordinator PKK, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Ketua RT, Ketua Karang Taruna, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), dan Kader-kader Posyandu. Kegiatan program multidisiplin ini mengangkat tema pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi ecobrick. Masyarakat Desa Ngadirejo terbiasa membakar sampah yang mereka hasilkan, hal ini tentu saja tidak baik bagi lingkungan, karena dapat menyebabkan polusi udara. Tak hanya itu, apabila sampah yang dibakar adalah sampah plastik akan menimbulkan gas beracun yang dapat menyebabkan kanker.

Kegiatan program multidisiplin ini terdiri dari pemaparan materi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga serta pemanfaatan limbah an-organik menjadi ecobrick. Pemaparan materi disertakan dengan simulasi pembuatan ecobrick bersama warga yang hadir yang dipandu oleh perwakilan dari KKN Tim II Undip Desa Ngadirejo. Antusiasme warga terlihat pada saat simulasi pembuatan ecobrick, mereka bersemangat memperhatikan dan banyak bertanya terkait ecobrick. Selain itu saat sesi pertanyaan dibuka, ada beberapa pertanyaan yang menyinggung tentang pengelolaan sampah yang masih dirasa minim untuk Desa Ngadirejo.

Pelatihan pembuatan ecobrick

Hal ini tentu menjadi catatan bagi kita semua bahwa dalam pengelolaan sampah butuh peran dari semua pihak, tidak hanya warga tapi yang utama adalah perhatian khusus yang diberikan oleh pemerintah serta regulasi yang jelas kepada seluruh masyarakat.  KKN Tim II Undip Desa Ngadirejo berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ecobrick ini, kesadaran masyarkat dalam mengolah sampah dapat meningkat dan lebih baik serta produk dari hasil ecobrick dapat meningkatkan daya jual dari hasil pengolahan limbah sampah.

Mahasiswa KKN Tim II Undip Kenalkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di MTsS Sudriman Desa Truko

Semarang – Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Menggosok gigi secara teratur dan benar penting dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi. Kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, masalah pada gusi, dan bau mulut, dapat dihindari jika rutin menyikat gigi. Dengan menggosok gigi, gigi dibersihkan dari plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi. Agar dapat membersihkan gigi secara menyeluruh, sikat gigi pun harus dilakukan dengan benar.

KKN Tim II Undip melaksanakan program monodisiplin yaitu ‘Pelatihan Mengenai Penggunaan Sikat Gigi yang Baik dan Benar, Kapan Waktu untuk Menggosok Gigi serta Screening‘. Program tersebut dilakukan oleh Mochammad Haldi dari jurusan Kedokteran Gigi yang dilaksanakan pada hari Rabu (31/7) di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Sudirman. Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 sebanyak 40 siswa. Rangkaian program tersebut dimulai dengan pemaparan materi mengenai ‘Kesehatan Gigi dan Mulut serta Pentingnya Kontrol Rutin ke Dokter Gigi’, dilanjutkan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar dan pemeriksaan gigi (screening) di kelas.

Tujuan diadakannya program tersebut adalah agar siswa dapat mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga dengan baik dan tidak megalami kerusakan gigi. Secara umum siswa telah memahami cara menggosok gigi yang baik namun ada beberapa yang perlu diperbaiki dalam cara menggosok gigi serta kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Selain itu, screening dilakukan untuk melakukan pemeriksaan indeks DMF-T atau status kesehatan gigi dan mulut dalam hal gigi berlubang mencapai angka 1,20 yang masih tergolong rendah.( keterangan: 0,0  – 1,1 = sangat rendah; 1,2 – 2,6 = rendah; 2,7 -4,4 = sedang; 4,5 – 6,5 = tinggi dan > 6,5 = sangat tinggi).

Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan sikat gigi sebanyak dua kali sehari bagi siswa kelas 7 MTsS Sudirman Desa Truko dan mahasiswa dapat memahami cara menggosok gigi yang baik dan benar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Potensi Tersembuyi Desa Truko

Semarang – Salah satu potensi tersembunyi yang terdapat di Desa Truko adalah buah Bligo. Buah bligo adalah tumbuhan merambat yang ditanam karena buahnya dapat dimakan dan dianggap sebagai sayuran. Buah  bligo  atau  sering  disebut  dengan buah  kundur (Benincasa hispida  Thunb Cogn) jarang dikonsumsi oleh  masyarakat, sehingga  belum  banyak  dibudidayakan  masyarakat. Terbatasnya pengolahan buah  bligo sebagai  makanan  disebabkan  oleh  rasa buah  yang  sedikit langu. Namun, buah bligo memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti memaksimalkan penyerapan mineral dan zat lain dalam tubuh, menurunkan kadar gula darah, anti inflamasi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah bligo banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan obat tradisional di China dan dimanfaatkan minyak dari bijinya.

Atas dasar banyaknya manfaat dari buah bligo, KKN Tim II Undip melakukan inovasi dengan mengolah buah bligo menjadi  manisan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) sebagai program multidisiplin unggulan yang dilaksanakan pada hari Senin (5/8) di Balai Desa Truko, Kecamatan Bringin. Program tersebut dihadiri oleh ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebanyak 50 orang. Rangkaian acara ini adalah penyampaian materi mengenai peluang bisnis dan manfaat buah bligo untuk Manisan Bligo (MAGO) serta pemasaran, pemutaran video pembuatan Manisan Bligo dan percobaan Manisan Bligo secara bersama-sama.

Tujuan diadakannya program ini adalah untuk mengenalkan produk inovasi buah bligo menjadi Manisan Bligo (MAGO) kepada masyarakat Desa Truko sebagai peluang menghasilkan tambahan penghasilan. Peluang ini dapat dilakukan oleh masyarakat Truko dengan mamanfaatkan buah bligo yang jarang digunakan. KKN Tim II Undip juga memberikan pengetahuan mengenai pemasaran produk MAGO yang baik dan benar dengan packaging dan labelling yang unik sehingga dapat menarik masyarakat.

Program ini berjalan dengan lancar dan warga Desa Truko sangat antusias mengikuti program tersebut. ‘’Sangat bermanfaat bisa ikut program ini bisa tahu cara buat manisan bligo jadi bisa dijual kalau tidak ada pekerjaan,’’ kata Istikomah salah satu anggota PKK Desa Truko. Harapan dari Tim II KKN Undip setelah melakukan program ini agar masyarakat dapat memanfaatkan buat bligo sebagai peluang dalam melakukan wirausaha sehingga dapat mengentas kemiskinan dari warga Desa Truko. ffffff

Menumbuhkan Minat Wirausaha, Tim KKN Undip Membuat Gerakan “Ayo Berwirausaha” di Dusun Domas

Lebak (2/8) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2019 mengadakan sharing and care berupa kegiatan gerakan “Ayo Berwirausaha”. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Domas, Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Kegiatan “Ayo Berwirausaha” ini melibatkan warga dusun Domas khususnya karang taruna. Kegiatan ini berlatar belakang minimnya minat berwirausaha warga Desa Lebak, khususnya Dusun Domas. Tujuan kegiatan “Ayo Berwirausaha” ini adalah membangun semangat berwirausaha karang taruna yang dapat memanfaatkan peluang dari perkembangan jaman yang ada. Kegiatan ini berlangsung hari Jumat, pukul 19.30 bertempat di kediaman Siswanto, selaku ketua RT 01 Dusun Domas yang dihadiri sekitar 20 karang taruna.

Rangkaian yang dilakukan dalam kegiatan ini pertama adalah pengenalan dunia wirausaha, menjelaskan sekaligus memahami langkah-langkah untuk memulai berwirausaha, dan tantangan-tantangan serta resiko dalam berwirausaha. Dengan mengulas hal-hal tersebut diharapkan para karang taruna dapat memahami softskill apa saja yang dibutuhkan para wirausaha. Selanjutnya dilakukan pembahasan permasalahan yang ada dalam lingkungan Dusun Domas yang berkaitan dengan wirausaha.

“Warga Desa Lebak yang mayoritas bekerja di pabrik dan bertani membuat mereka takut mengambil resiko dalam memulai berwirausaha, sehingga sangat minim yang menjadikan wirausaha sebagai pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama. Dengan adanya mahasiswa KKN Undip di Desa Lebak ini, harapannya setelah mengetahui kiat-kiat dan duduk berdiskusi bersama para karang taruna khususnya sebagai kader penerus dapat membuka matanya lebar-lebar untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk berwirausaha,” ujar Siswanto, Ketua RT 01 Dusun Domas.

Kegiatan ditutup dengan sharing and care tentang hambatan-hambatan yang ada dan berusaha mencari solusi bersama. Setelah itu dilanjutkan bersalam-salaman dan foto bersama.

Mahasiswa KKN Desa Lebak Membantu Pelaksanaan Penilaian Desa Binaan

Lebak (25/7) – Suasana Desa Lebak terlihat meriah dengan adanya umbul–umbul warna-warni untuk menyambut Tim Penilai Evaluasi 10 Program PKK dalam rangka kegiatan Desa Binaan dari Kabupaten Semarang. Setelah 16 tahun, Desa Lebak akhirnya mendapat kesempatan untuk mengikuti penilaian Desa Binaan. Aspek yang diperhitungkan mulai dari kelengkapan administrasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup.

Pada hari pelaksanaan, mahasiswa KKN Tim II Undip sudah tersebar standby di pos masing– masing. Mahasiswa KKN disebar diberbagai pos seperti di Posyandu Nusa Indah Dusun Bulusari, Taman Pelangi Dusun Bulusari, Perpustakaan Desa Lebak, dan Balai Desa Lebak.

Tim Penilai Evaluasi 10 Program PKK dalam rangka kegiatan Desa Binaan dari Kabupaten Semarang diterima oleh seluruh perangkat dan Pengurus PKK Desa Lebak di Balai Desa. Dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Desa Lebak menyampaikan laporan mengenai kegiatan–kegiatan yang telah dilaksanakan berdasarkan kelompok kerja masing–masing.

Setelahnya, Tim Penilai berkeliling ke Perpustakaan Desa dan Taman Pelangi. Terdapat berbagai macam tanaman hidup dan tanaman obat di Taman Pelangi. Di masing–masing pot juga sudah tertera nama latin dari tanaman tersebut. Tak lupa, ketika pertama kali memasuki Taman Pelangi akan disambut oleh Mbok Jamu yang menyediakan berbagai jenis jamu tradisional.

 “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN disini, karena berkat bantuan dan partisipasi mereka, kegiatan Desa Binaan bisa berjalan dengan lancar dan tertata,” ujar Ibu Yenny Deswita Sujah Rohadi selaku Ketua TP PKK Desa Lebak.

Harapannya, Desa Lebak bisa menjadi contoh Desa Binaan untuk seluruh desa–desa di Kabupaten Semarang. 6f006f00740

Antusiasme Warga dan Mahasiswa KKN UNDIP Menyambut Kemerdakaan RI Ke-74

Lomba Ambil Koin dan Lomba Makan Kerupuk

Sendang (10/8) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, warga Desa Sendang mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dan ibu-ibu. Rangkaian lomba 17 Agustus ini dimulai sejak tanggal 2 Agustus hingga tanggal 10 Agustus di masing-masing dusun. Mahasiswa KKN Tim II Tahun 2019 Universitas Diponegoro ikut berpartisipasi dalam meramaikan dan membantu jalannya acara.

Lomba yang dilaksanakan diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba ambil koin, lomba balap karung, lomba pecah air, lomba voli dan sepak bola untuk ibu-ibu. Peserta yang mengikuti lomba ini beraneka ragam, mulai dari anak-anak usia 7 tahun sampai dengan ibu-ibu lansia. Antusiasme warga dalam memeriahkan berbagai perlombaan yang diadakan sangatlah tinggi. Pada tiap-tiap rumah dan sepanjang jalan Desa Sendang juga terpasang bendera merah putih sebagai ungkapan suka cita menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya lomba tingkat desa saja, namun ada pula lomba tingkat kecamatan yang diikuti oleh warga Desa Sendang. Diantaranya adalah lomba voli dan lomba tangkap lele. Lomba voli tingkat kecamatan diadakan pada tanggal 2 sampai dengan tanggal 7 Agustus. Desa Sendang mengirimkan 1 tim terbaiknya dari Dusun Dolog RT 07. Pada babak awal pertandingan, Desa Sendang menang 2-0 melawan Desa Tanjung. Namun pada babak berikutnya, Desa Sendang kalah 0-2 melawan Desa Kalijambe. Meskipun begitu, mereka senang dapat mengikuti pertandingan ini.

Pertandingan Voli Tingkat Kecamatan Memperingati HUT RI

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2019 Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang membantu rangkaian lomba voli tingkat kecamatan yang diadakan di lapangan voli kecamtan. Beberapa mahasiswa ada yang menjadi ballboy, hakim garis, dan skoring. Sebagian lainnya menjadi supporter untuk tim voli desa mereka masing-masing. Warga Bringin juga sangat antusias menyaksikan pertandingan lomba voli ini. Mereka sudah siap di lapangan sejak sebelum pertandingan dimulai. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia memang selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh seluruh warga Indonesia. Hal ini merupakan wujud penerapan rasa cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Minggu Produktif: Mengelola Limbah Nasi dan Limbah Plastik Bersama Ibu-Ibu PKK

Pemaparan Materi oleh Mahasiswa KKN dan Pembagian Benih Pakcoy, Caisim, serta Cabai

Sendang (4/8) – Telah terlaksana beberapa program monodisiplin Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Diantaranya mengenai Pemanfaatan Limbah Nasi Menjadi MOL (Mikroorganisme Lokal) oleh Atslin Aryaningjannah, mahasiswa program studi Agroekoteknologi, dan program Pembuatan Mesin Pirolisis Sederhana Pembuat Bahan Bakar Minyak dari Sampah Plastik oleh Dwitiya Dwiyantama, Mahasiswa Teknik Mesin. Program tersebut dilaksanakan pukul 15.00 WIB di Dusun Ngasinan RT 4, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Program ini dihadiri oleh 40 orang anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Ngasinan Desa Sendang.

Acara ini diawali dengan penjelasan mengenai pemanfaatan nasi sisa yang berasal dari makanan keluarga yang tak terkonsumsi kembali yang dapat digunakan sebagai pupuk cair dan dilanjut dengan cara pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal). Ibu-ibu PKK sangat antusias saat pemaparan materi, karena selain mudah dan murah bahan-bahan yang digunakan dapat berasal dari lingkungan sekitar. Program tentang pemanfaatan nasi sisa ini diharapkan dapat mengurangi limbah nasi dari rumah tangga dan dapat digunakan sebagai hal yang lebih bermanfaat.

Dilanjutkan dengan program mengenai Pekarangan Lestari dan Bergizi.. Program ini juga difasilitasi dengan pemberian benih pakcoy, caisim, cabai dan pemberian polybag kepada ibu-ibu PKK. Antusiasme ibu-ibu PKK sangat tinggi dalam mengikuti program tersebut. Dengan adanya pemaparan program Pekarangan Lestari dan Bergizi, diharapkan warga dapat mengaplikasikan dan dapat merasakan langsung hasil dari menanam sayur di pekarangan rumah.

Pemaparan Materi Pembuatan Bahan Bakar Minyak dari Limbah Plastik

Lalu, pemaparan program kedua dari Dwitiya Dwiyantama Tihata atau Titot, Mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro mengenai alat pembuat bahan bakar minyak sederhana dari limbah plastik. Program ini dibuat karena belum adanya pengelolaan limbah plastik dari bank sampah yang ada di Dusun Ngasinan. Ibu-ibu PKK yang mengikuti program ini sangat antusias memperhatikan pemaparan materi yang disampaikan. Mereka juga tertarik untuk memperoleh alat tersebut dan menjual bahan bakar minyak yang dihasilkan dari alat pirolisis sederhana yang dibuat.

Mahasiswa KKN Undip Berikan Penyuluhan tentang Buku KIA dan Pendaftaran IUM

Azizah Indria Putri (Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Gogodalem) menyampaikan Penyuluhan terkait Pengisian Buku KIA

Semarang (23/7) – Bertempat di kediaman Kepala Desa Gogodalem, mahasiswa KKN Undip berikan penyuluhan terkait prosedur pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program monodisiplin yang dijalankan oleh Azizah Indria Putri, mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip. Penyuluhan ini juga didukung oleh bidan desa dan kader posyandu Kecamatan Bringin. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Kesehatan ibu dan anak merupakan suatu hal yang penting. Melalui Buku KIA, berbagai macam gejala permasalahan dapat dimonitor dan diatasi dengan cara mencegah. Hal tersebut disampaikan oleh Azizah dalam pemaparan materinya. “Jadi ibu-ibu, pengisian Buku KIA ini penting. Karena berbagai macam gejala yang timbul dapat dengan mudah diawasi melalui buku ini, sehingga ke depannya dapat dicegah dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tukas Azizah. Dirinya juga berpesan agar kesehatan bayi selalu dijaga, salah satunya dengan pemberian vitamin A.

Usai materi terkait pengisian Buku KIA selesai, acara kemudian berlanjut pada pelatihan bagi kader-kader posyandu Desa Gogodalem. Acara ini dipimpin secara langsung oleh Bidan Desa Gogodalem dan Kader Posyandu dari Kecamatan Bringin. Para peserta terlihat sangat antusias, hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul. Banyak ibu-ibu yang menanyakan terkait penghitungan lingkar kepala pada bayi, di samping pentingnya mengukur berat badan dan tingginya.

Kegiatan Penyuluhan Buku KIA dan Pelatihan bagi Kader Posyandu

Setelah penyampian materi terkait pengisian Buku KIA dan pelatihan bagi kader posyandu, acara berlanjut dengan penyampaian informasi tentang Izin Usaha Mikro (IUM). Informasi ini disampaikan oleh Difia, salah satu anggota Tim KKN II Undip Desa Gogodalem. Difia berpesan kepada seluruh peserta yang sempat mengajukan permohonan IUM untuk dapat hadir di Balai Desa Gogodalem terkait tindakan lebih lanjutnya. “Ibu-ibu, sekarang pendaftaran IUM melalui online, tidak perlu datang secara langsung ke kecamatan lagi”, pungkas Difia. Ia berpesan bahwa pendaftaran IUM nantinya akan dibantu oleh mahasiswa KKN Undip yang bertugas di Desa Gogodalem.

Difia Menyampaikan Informasi tekait IUM

Pendampingan pendaftaran IUM merupakan salah satu komponen tugas yang harus dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip. Kegiatan tersebut telah diamanahkan oleh pihak kampus, sesuai dengan 7 (tujuh) poin penting yang terkandung dalam pelaksanaan KKN Revolusi Mental. Sudah memasuki minggu ketiga pelaksanaan KKN, dan beberapa kegiatan dalam KKN Revolusi Mental terus berlanjut. (Tim KKN Undip Desa Gogodalem, Kec. Bringin, Kab. Semarang 1)

Sebanyak 3.654 Mahasiswa Undip Siap Jalani Program KKN

Upacara Pemberangkatan Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019

Undip (8/7) – Bertempat di Lapangan Widya Puraya Undip, tengah berlangsung Upacara Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019. Pada periode kali ini, mahasiswa KKN diterjunkan ke 10 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten-kabupaten tersebut ialah Pekalongan, Grobogan, Temanggung, Batang, Tegal, Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Secara keseluruhan, ada sebanyak 3.654 mahasiswa yang mengikuti KKN pada periode kali ini.

Dalam pemberangkatan KKN periode kali ini, terdapat 2 (dua) kloter pemberangkatan. Dimana masing-masing kloter diikuti oleh 5 (lima) kabupaten yang berbeda. Pada kloter pertama, pemberangkatan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2019. Dimana pemberangkatan ini berlangsung setelah jalannya Upacara Pemberangkatan di Lapangan Widya Puraya Undip. Terdapat lima kabupaten yang mengikuti pemberangkatan pada kloter pertama, yaitu Tegal, Pekalongan, Grobogan, Temanggung, dan Batang. Sedangkan, kloter kedua diikuti oleh lima kabupaten yang tersisa, yaitu Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Kloter kedua berangkat pada tanggal 9 Juli 2019 atau satu hari setelah Upacara Pemberangkatan berlangsung. Tiap-tiap tim kabupaten akan menjalani prosesi penerimaan dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kabupaten Semarang yang mengikuti pemberangkatan pada kloter kedua, menjalani prosesi apel penerimaan di Pendopo Kabupaten Semarang. Apel ini diikuti oleh tim KKN dari 6 (enam) kecamatan yang diberangkatkan untuk menjalani program KKN di Kabupaten Semarang. Enam kecamatan tersebut ialah Bringin, Sumowono, Suruh, Tuntang, Jambu, dan Banyubiru. Apel penerimaan dihadiri secara langsung oleh Yos Johan Utama, Rektor Undip, serta Sekretaris Daerah (Sekda), Gunawan Wibisono. Dalam sambutannya, Yos mengingatkan agar para mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dengan baik selama KKN. “Ingat, bekal ilmu yang kalian peroleh adalah ilmu kelas dunia. Jadikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Belajarlah dari kehidupan masyarakat desa sehingga nantinya menjadi pemimpin yang peduli kepada mereka,” tukasnya. Sedangkan Gunawan menjelaskan bahwa terdapat beberapa potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Semarang. Dirinya menyebutkan bahwa Industri, Pertanian, dan Pariwisata (Intanpari) di Kabupaten Semarang masih bisa dikembangkan. “Gunakan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk memetakan potensi desa. Lalu manfaatka teknologi informasi untuk mengembangkannya. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujar Gunawan.

Yos Johan Utama (Rektor Undip) dan Gunawan Wibisono (Sekretaris Daerah) Bersalaman dengan Mahasiswa KKN yang Diterjunkan di Kabupaten Semarang

Gunawan sempat mencontohkan upaya Desa Sepakung dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di sana. Ia menyebutkan bahwa warga di sana telah berusaha mengembangkan potensi pariwisata desa melalui teknologi informasi. “Ada Desa Sepakung yang memiliki potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Warganya berusaha mengembangkan potensi tersebut dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, padahal di sana masih susah signal,” tuturnya. Usai mengikuti apel penerimaan di Pendopo Kabupaten, masing-masing mahasiswa menuju ke tiap-tiap kecamatan untuk kemudian menjalani prosesi penerimaan lagi. Baru setelah itu, mahasiswa siap untuk terjun ke tiap-tiap desa guna menjalani program KKN.

Reporter: Dirga