Milenial Cinta Islam Bersama IMOT

Reporter: Difa, Camila

Pembukaan Acara IMOT oleh Akhmad Syakir Kurnia Didampingi oleh Perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian

Undip (24/08) Islamic Motivation Training (IMOT)kembali hadir dengan tema “Aku Milenial, Aku Cinta Islam.” IMOT merupakan salah satu program kerja Mizan, salah satu unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip). Acara tersebut merupakan Pembukaan Kaderisasi Kerohanian Islam yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru yang beragama Islam. Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip, acara IMOT mendapatkan tanggapan positif baik dari para mahasiswa maupun dosen.

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip serta tilawah oleh salah satu panitia. Mewakili Dekan FEB Undip, Akhmad Syakir Kurnia, memberikan sambutan terkait acara ini yang memperkenalkan topik ‘Toleransi Umat Beragama’ dengan menghadirkan anggota Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik (PRMK), Persekuan Mahasiswa Kristen (PMK), Mizan, dan Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB). Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keberagaman budaya dan agama, sehingga topik tersebut sangat sesuai untuk dibahas pada acara kali ini.

Materi pertama yang mengangkat tema tentang “Generasi Cinta Islam” disampaikan oleh Ustadz M. Nur Sholeh, salah satu Dosen Teknik Sipil SV Undip. Memulai materi dengan penjelasan mengenai pentingnya perencanaan, beliau memberikan contoh bahwa sebuah rencana harus diikuti dengan adanya aksi nyata. Dengan perencanaan yang matang dan sebuah aksi nyata, mimpi dan hidup kita akan berjalan secara lebih terstruktur. Beliau menceritakan tentang peran penting pemuda dalam perjalanan perkembangan Islam di masa Rasulullah. Bercermin dari masa tersebut, beliau juga menghimbau para pemuda untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin di masa yang akan datang, sesuai target pemerintah tentang Indonesia Emas 2045. Kemudian, materi pertama ditutup dengan sesi tanya-jawab.

Guna menjadikan acara menarik dan tidak membosankan, panitia memberikan sebuah permainan kepada peserta. Hal ini bertujuan untuk membangun jiwa pemberani serta melatih kreativitas para mahasiswa. Untuk menimbulkan antusiasme peserta, panitia menyiapkan berbagai hadiah.   

Setelah ISHOMA, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua. Dalam kesempatan ini Ustadz Ahmed Dzakirin mengangkat tema “Pentingnya Mentoring sebagai Wujud Cinta Islam.” Materi ini disampaikan dengan harapan mahasiswa dapat menyambut antusias program mentoring yang merupakan agenda wajib akademik FEB Undip.

Pada akhir acara, diadakan pembagian kelompok mentoring untuk mahasiswa baru, serta pelantikan pe-mentoring. Diharapkan dengan adanya IMOT, mahasiswa dapat beradaptasi dengan iklim dakwah di lingkungan kampus.

Mahakarya ODM Undip 2019: Jaga Nusantara Wujudkan Karya Kita

Reporter: Yusuf dan Rachel

Suasana Penutupan Orientasi Diponegoro Muda Universitas Diponegoro 2019

Undip (18/08) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2019 sebagai acara tahunan untuk penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) telah terselenggara. Pembukaan ODM telah dilaksanakan Senin (5/08) yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas masing-masing dan diakhiri dengan penutupan ODM pada Minggu (18/08). Penutupan ODM diselenggarakan di Stadion Undip, Tembalang, Semarang dengan mengangkat tema “Jaga Nusantara Wujudkan Karya Kita”. Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan toleransi, nasionalisme dan rasa persatuan pada jiwa Diponegoro Muda 2019.

Sejak pukul enam pagi Diponegoro Muda 2019 sudah memadati Stadion Undip dengan menggunakan atribut yang telah ditentukan oleh panitia ODM Undip 2019. Dengan bantuan dari panitia, Diponegoro Muda mulai memasuki Stadion Undip dengan rapi dan tertib. Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, pada penutupan ODM tahun ini mahasiswa baru juga membuat mozaik dengan konsep yang sudah diatur panitia. Setelah pembuatan mozaik oleh seluruh Diponegoro Muda, acara dilanjutkan dengan penampilan jingle ODM oleh para panitia dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dengan semangat dan antusias. Dalam waktu yang bersamaan dengan penampilan jingle ODM, ditampilkan pula atraksi paralayang yang membawa bendera bertuliskan “Cie Jadi Maba Undip 2019”.

Dalam rangkaian acara penutupan ODM Undip 2019, Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Undip, Muhammad Anies Ilahi diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi didepan Diponegoro Muda 2019. Anies mengajak mahasiwa baru untuk melaksanakan sumpah mahasiwa serta menghimbau mahasiwa baru untuk menegakkan ideologi bangsa indonesia yaitu ideologi Pancasila. “Selama jiwa-jiwa pemuda masih rela berkorban untuk secarik kain merah dan kain putih maka jiwa ini pasti juga akan siap membela dan mempertahankan ideologi bangsa Indonesia, ideologi Pancasila,” kata Anies dalam orasinya.

Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, hadir dalam Penutupan ODM 2019

Kedatangan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani disambut meriah mahasiswa baru. Suasana semakin meriah ketika Puan meminta beberapa mahasiswa baru dari berbagai daerah untuk naik ke atas panggung. Di atas panggung Puan memberikan pertanyaan mengenai apa alasan masuk di Undip dan harapan setelah lulus dari Undip. Tidak lupa Puan memberikan hadiah spesial kepada mahasiswa baru yang beruntung bisa naik keatas panggung dan berinteraksi langsung dengan beliau. Puan merasa sangat bangga bisa berada di Undip meskipun bukan alumni universitas tersebut. Dalam sambutannya, Puan menghimbau agar mahasiswa baru memiliki budi pekerti yang luhur dan menjalankan fungsinya sebagai agent of change, iron stock dan social control.

Parade UKM Universitas

Mahakarya ODM Undip 2019 dibuka secara langsung oleh Puan Maharani dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Putra-putri berbakat Undip tampil dengan memukau dan disambut meriah oleh para Diponegoro Muda. Lantunan lagu-lagu nasional dan lagu daerah menggema di Stadion Undip dan adanya penampilan dari UKM Tari yang mempersembahkan berbagai macam tari-tarian dari Indonesia menambah meriah acara tersebut. Dalam Mahakarya ODM Undip 2019 juga terdapat parade UKM tingkat universitas dan beberapa organisasi daerah.

Semangat Diponegoro Muda semakin bertambah ketika bintang tamu spesial ODM Undip 2019 hadir. Bintang tamu tersebut adalah artis ibu kota, Vidi Aldiano. Kedatangannya disambut dengan meriah. Seluruh mahasiwa baru merapat mendekati panggung utama untuk bisa lebih dekat dan melihat secara langsung penampilan dari Vidi Aldiano. Selain membawakan beberapa buah lagu, dalam kesempatan ini pula Vidi mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir di tengah-tengah mahasiswa baru Undip. Vidi berharap seluruh mahasiwa baru dapat berprestasi di bangku perkuliahan serta bisa lulus dalam waktu yang secepat mungkin.

Mengenalkan Kehidupan Kampus Melalui ODM dan Pendikar Tingkat Fakultas

Oleh: Rachel dan Yusuf

Penerimaan Mahasiswa Baru di Tingkat Fakultas

FEB (06/08) – Bertempat di Lapangan Dekanat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) telah berlangsung Upacara Pembukaan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Tingkat Fakultas dan Pendidikan Karakter (Pendikar). Upacara dihadiri oleh dekan, kepala dari masing-masing departemen, beserta dosen pengajar. Upacara ditujukan untuk menyambut secara langsung mahasiswa baru yang diterima di FEB tahun ajaran 2019/2020.

Suharnomo selaku dekan memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru. “Era 4.0 yang dibutuhkan adalah orang yang tidak banyak drama tapi orang yang punya action atau terlihat kinerjanya secara nyata,” kata Suharnomo. “Dengan demikian kita dapat menjadi mahasiswa yang aktif dan dapat menggunakan sarana dan prasarana sebaik-baiknya,” tambahnya. Suharnomo juga menjelaskan bahwa sudah banyak alumni yang sukses dan menduduki jabatan penting di berbagai bidang. Oleh karena itu, tidak ada kata menyesal sudah diterima di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Dalam sambutannya, Suharnomo juga berpesan bahwa sekarang kehidupan perkuliahan berbeda dengan kehidupan sekolah sebelumnya. Menurutnya di bangku kuliah ini dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri sehingga apabila ada masalah sekiranya dapat diselesaikan sendiri atau meminta bantuan kepada pihak yang sekiranya dapat membantu menyelesaikannya, seperti dosen wali. Selain itu, apabila terdapat fasilitas yang kurang atau rusak di kampus dapat melaporkannya langsung kepada pihak-pihak terkait.

Pembukaan ODM FEB dan Pendikar 2019 ditandai dengan penerbangan balon oleh Dekan FEB beserta jajarannya. Dilanjutkan dengan penyematan atribut ODM kepada perwakilan mahasiswa baru dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru serta diiringi dengan Lagu Nasional Tanah Air Beta oleh Economic Voice (EV).

Acara ditutup dengan orasi dari Ketua Senat, Ketua BEM, dan ketua dari masing masing departemen. Setelah orasi selesai, mahasiswa baru diarahkan untuk mengikuti instruksi dari himpunan masing-masing departemen untuk melanjutkan kegiatan ODM departemen.

 “Rasanya senang dan bangga bisa masuk disini, karena memang dari dulu cita-citanya pengen masuk di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dan untuk ODM serta Pendikar sudah dipersiapkan dari hari-hari sebelumnya. Harapannya untuk FEB bisa menjadi nomor satu dan jurusan Ekonomi Islam bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat” ungkap Aida Mega Pertiwi, salah satu mahasiswi baru dari program studi Ekonomi Islam 2019.

“Tujuan ODM itu  sendiri adalah untuk membekali teman-teman mahasiswa tentang bagaimana sih kehidupan di kampus, karena kita tahu bersama bahwasannya kegiatan perkuliahan dan kegiatan sewaktu mereka di SMA itu cukup berbeda, dimana mereka harus mengelola sumber daya mereka sendiri, seperti waktu, dan hal yang lain,” ungkap Ketua BEM FEB Undip, Muhammad Syukron. Ia juga mengungkapkan harapan untuk mahasiswa baru setelah mengikuti ODM adalah dapat lebih mengetahui sarana prasarana yang ada di kampus dan apa yang kampus support untuk mahasiswanya dan nantinya mahasiswa FEB dapat mengembangkan potensi mereka masing-masing.

Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru, “Mengukuhkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika”

Reporter: Rachel & Yusuf

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru

Undip (5/8) – Bertempat di Stadion Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2019 dengan mengangkat tema “Mengukuhkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika”. Upacara dihadiri oleh rector, Senat Akademik-Majelis Wali Amanat (SA-MWA), dekan dari masing-masing fakultas dan dosen pengajar. Di tahun ini Undip menerima mahasiswa sebanyak 11.586. Jumlah tersebut terdiri dari Program Doktoral berjumlah 300 orang, Program Magister berjumlah 212 orang, Program Profesi dan Spesialis berjumlah 34 orang, Program Sarjana berjumlah 9.205 orang dan Program Vokasi berjumlah 1.030 orang.

Upacara yang diawali dengan simulasi keselamatan kerja dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) lalu dilanjutkan devile dari masing-masing fakultas (pembawaan bendera masing-masing fakultas oleh Resimen Mahasiswa). Kemudian dekan dari tiap-tiap fakultas memasuki lapangan dengan diiringi lagu nasional Tanah Air Beta yang dibawakan oleh PSM Undip. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta.

Upacara PMB tahun 2019/2020 dibuka oleh Ketua Senat Akademik. “Lebih dari 50% lulusan Universitas Diponegoro lulus dengan IPK cumlaude,” kata Ketua MWA dalam sambutannya. Hal itu ditujukan supaya mahasiswa baru lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan laporan penerimaan mahasiwa baru dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan serta pembacaan Keputusan Rektor tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 oleh Kepala Biro Akademik.

Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah penyematan jas almamater dan penyerahan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) oleh Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama yang dimulai dari perwakilan mahasiswa Program Doktoral, dilanjutkan Program Magister, lalu perwakilan dari Program Profesi dan Spesialis, dilanjutkan dengan Program Sarjana, dan diakhiri perwakilan dari Program Vokasi. Setelah selesai dilakukannya penyematan jas almamater, seluruh mahasiswa baru menirukan pembacaan Sapta Prasetya Mahasiswa dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah berita acara serah terima mahasiswa baru Universitas Diponegoro dan menyanyikan lagu Mars Undip.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, Yos Johan memperkenalkan seluruh dekan dari masing-masing fakultas, serta dosen asing yang berasal Amerika. Yos Johan menyampaikan bahwa orang-orang yang masuk Undip adalah orang-orang terpilih. “Dari 130.000 pendaftar program sarjana yang diterima hanya 9.000 mahasiswa, maka kalian harus bersyukur dan bangga bisa masuk di Undip,” kata Yos Johan. Tak hanya itu juga ia juga menyampaikan bahwa Undip merupakan universitas nomor satu yang paling banyak mengajukan hak paten, maka dari itulah Undip merupakan universitas riset. Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Diponegoro merupakan universitas yang menerapkan Pancasila, kampus yang penuh kasih sayang dengan melarang dan mengecam dengan keras perpelocoan, penistaan dan hal-hal yang berbau kekerasan kepada mahasiswa baru.

Acara berakhir dengan para mahasiswa baru dipersilahkan untuk foto bersama dengan rektor beserta dengan dekan dari masing-masing fakultas. Setelah berakhirnya sesi foto, mahasiswa baru dipersilahkan pulang dengan sesuai arahan oleh Resimen Mahasiswa.

“Penyambutan Undip terhadap mahasiswa sangat luar biasa, kami merasa sangat diperhatikan. Perasaan saya ketika masuk Undip tentunya sangat bangga karena tadi disebutkan bahwa Undip merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Harapan saya selama berkuliah di Undip adalah dapat mengembangkan potesi diri, meraih prestasi yang dapat bermanfaat bagi diri saya tentunya, Undip, agama dan negara,” ungkap mahasiswa baru, Noval Ramadhan, Departemen Ilmu Komunikasi 2019.

Sebanyak 3.654 Mahasiswa Undip Siap Jalani Program KKN

Upacara Pemberangkatan Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019

Undip (8/7) – Bertempat di Lapangan Widya Puraya Undip, tengah berlangsung Upacara Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019. Pada periode kali ini, mahasiswa KKN diterjunkan ke 10 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten-kabupaten tersebut ialah Pekalongan, Grobogan, Temanggung, Batang, Tegal, Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Secara keseluruhan, ada sebanyak 3.654 mahasiswa yang mengikuti KKN pada periode kali ini.

Dalam pemberangkatan KKN periode kali ini, terdapat 2 (dua) kloter pemberangkatan. Dimana masing-masing kloter diikuti oleh 5 (lima) kabupaten yang berbeda. Pada kloter pertama, pemberangkatan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2019. Dimana pemberangkatan ini berlangsung setelah jalannya Upacara Pemberangkatan di Lapangan Widya Puraya Undip. Terdapat lima kabupaten yang mengikuti pemberangkatan pada kloter pertama, yaitu Tegal, Pekalongan, Grobogan, Temanggung, dan Batang. Sedangkan, kloter kedua diikuti oleh lima kabupaten yang tersisa, yaitu Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Kloter kedua berangkat pada tanggal 9 Juli 2019 atau satu hari setelah Upacara Pemberangkatan berlangsung. Tiap-tiap tim kabupaten akan menjalani prosesi penerimaan dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kabupaten Semarang yang mengikuti pemberangkatan pada kloter kedua, menjalani prosesi apel penerimaan di Pendopo Kabupaten Semarang. Apel ini diikuti oleh tim KKN dari 6 (enam) kecamatan yang diberangkatkan untuk menjalani program KKN di Kabupaten Semarang. Enam kecamatan tersebut ialah Bringin, Sumowono, Suruh, Tuntang, Jambu, dan Banyubiru. Apel penerimaan dihadiri secara langsung oleh Yos Johan Utama, Rektor Undip, serta Sekretaris Daerah (Sekda), Gunawan Wibisono. Dalam sambutannya, Yos mengingatkan agar para mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dengan baik selama KKN. “Ingat, bekal ilmu yang kalian peroleh adalah ilmu kelas dunia. Jadikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Belajarlah dari kehidupan masyarakat desa sehingga nantinya menjadi pemimpin yang peduli kepada mereka,” tukasnya. Sedangkan Gunawan menjelaskan bahwa terdapat beberapa potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Semarang. Dirinya menyebutkan bahwa Industri, Pertanian, dan Pariwisata (Intanpari) di Kabupaten Semarang masih bisa dikembangkan. “Gunakan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk memetakan potensi desa. Lalu manfaatka teknologi informasi untuk mengembangkannya. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujar Gunawan.

Yos Johan Utama (Rektor Undip) dan Gunawan Wibisono (Sekretaris Daerah) Bersalaman dengan Mahasiswa KKN yang Diterjunkan di Kabupaten Semarang

Gunawan sempat mencontohkan upaya Desa Sepakung dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di sana. Ia menyebutkan bahwa warga di sana telah berusaha mengembangkan potensi pariwisata desa melalui teknologi informasi. “Ada Desa Sepakung yang memiliki potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Warganya berusaha mengembangkan potensi tersebut dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, padahal di sana masih susah signal,” tuturnya. Usai mengikuti apel penerimaan di Pendopo Kabupaten, masing-masing mahasiswa menuju ke tiap-tiap kecamatan untuk kemudian menjalani prosesi penerimaan lagi. Baru setelah itu, mahasiswa siap untuk terjun ke tiap-tiap desa guna menjalani program KKN.

Reporter: Dirga

Dua Calon Wakil Dekan FEB Undip Sampaikan Rencana Kerja dalam Rapat Senat Terbuka

Farida (Sekretaris Senat FEB Undip) bersama Dua Calon Wakil Dekan FEB Undip, Firmansyah dan Warsito

FEB Undip (24/6) – Bertempat di Hall Pertamina Gedung Dekanat FEB Undip, telah berlangsung acara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Penyampaian Rencana Kerja Calon Wakil Dekan FEB Undip untuk periode 2019-2024. Acara ini diikuti oleh dua Calon Wakil Dekan FEB Undip, yaitu Warsito Kawedar dan Firmansyah. Rapat Senat Terbuka ini juga turut dihadiri oleh Dekan, Tenaga Pengajar, Karyawan, dan Mahasiswa FEB Undip.

Suharnomo, Dekan FEB Undip, dalam sambutannya, berharap dari acara ini dapat terpilih wakil dekan yang kompeten dan dapat membawa FEB Undip lebih baik lagi. “Semoga setelah acara ini nanti, kita dapat memperoleh orang-orang yang dapat membawa FEB Undip lebih baik lagi. Dan tentunya dapat kita dukung secara penuh”.

Keberlangsungan penyampaian rencana kerja, dimoderatori oleh Farida selaku Sekretaris Senat FEB Undip. Firmansyah menyampaikan rencana kerja dalam rangka pencalonan dirinya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik. Sedangkan Warsito menyampaikan rencana kerja untuk posisi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya. Berbeda dengan Susunan Kepemimpinan Dekan FEB Undip sebelumnya, untuk periode selanjutnya, wakil dekan hanya diisi oleh dua orang saja. Sedangkan periode sebelumnya berisikan empat posisi.

Firman menyampaikan rencana kerjanya terlebih dahulu. Dalam paparannya, Firman menyampaikan beberapa poin penting seperti peningkatan kualitas perpustakaan, Laboratorium Bloomberg, peningkatan kinerja International Office, optimalisasi sinergisitas dengan organisasi kemahasiswaan di FEB Undip, dan lain-lain. Terkait organisasi kemahasiswaan, Firman berencana untuk terus mempertahankan independensi organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di FEB Undip, agar tercipta iklim diskusi yang baik. “Kami berencana untuk terus menjaga independensi organisasi mahasiswa yang ada di sini (FEB Undip). Agar ke depannya tetap tercipta iklim diskusi yang baik,” pungkas Firman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian rencana kerja oleh Warsito. Dalam konsep yang ia sampaikan, Bidang Sumber Daya direncanakan akan berfokus pada beberapa hal seperti Sumber Daya Manusia, E-Office, dan E-Library. Dimana hal-hal tersebut dapat dicapai dengan sepuluh program strategis. “Ke depannya saya akan berusaha mengoptimalkan apa yang sudah ada. Seperti optimalisasi di bidang akademik, penguatan kapasitas dosen, dan penguatan layanan administrasi,” tutur Warsito.

Usai penyampaian rencana kerja, acara dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dan pertanyaan dari peserta yang turut mengikuti rapat senat terbuka tersebut. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama, serta disambung dengan rapat senat tertutup guna memberikan pertimbangan kepada Dekan FEB Undip.